Heboh Jalan Ambles di Surabaya, BMKG : Bukan Disebabkan Oleh Gempa Bumi

Jakarta (20/12/2018) Satubanten.com – Salah satu ruas jalan di Surabaya, tepatnya di Jalan raya Gubeng, Kota Surabaya sempat membuat masyarakat heboh. Pasalnya, ruas jalan itu ambles dengan kedalaman sekitar 8 meter dan lebar 30 meter, pada tanggal 18 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.41 WIB.

Peristiwa tersebut membuat banyak pihak mencari-cari penyebabnya, bahakan ada yang menganggap longsornya jalan tersebut disebabkan oleh gempa bumi. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah membantahnya dan menyampaikan tanggapan tentang kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya longsoran. Kejadian longsoran ini ternyata tercatat 2 kali pada sensor seismik BMKG terdekat yaitu sensor PPJI (Prigen Pasuruan Jawa Indonesia) dengan jarak lurus 48 km. Longsoran pertama tercatat pada pukul 21.41.27 WIB dan longsoran ke dua pada pukul 22.30.00 WIB.

“Berdasarkan hasil analisis gelombang seismik yang tercatat, diketahui bahwa peristiwa longsoran ini bukan diakibatkan oleh gempa bumi (aktivitas tektonik), hal ini karena: catatan seismik tidak menunjukkan adanya mekanisme penyesaran batuan dan sensor seismik yang mencatat hanya satu sensor di lokasi terdekat longsoran sehingga merupakan aktivitas lokal.” tulis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat¬† Triyono, S.T.Dipl.Seis., M.Sc dalam laman resmi BMKG

“Longsor adalah berpindahnya material secara mendatar, miring dan vertikal yang disebabkan gaya gravitasi, sehingga peristiwa ini lebih tepat disebut sebagai longsoran, bukan likuifaksi, karena tidak ada fenomena mencairnya material tanah di lokasi kejadian. Maka BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat pertanggungjawabkan kebenarannya.” pungkasnya. (SBS02)

You might also like
Comments
Loading...