Harga Telur Ayam Terus Merangkak Naik Jelang Maulid Nabi

Serang, (19/11/2018) Satubanten.com – Jelang maulid Nabi Muhammad SAW, harga telur ayam di sejumlah pasar di Kota Serang merangkak naik. Seperti di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, harga telur ayam terus mengalami kenaikan, dari yang tadinya Rp 20.000 per kilogram, hingga kini menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Menurut salah seorang penjual telur ayam di PIR, Ayat mengatakan penyebab naiknya harga telur ayam ini dikarenakan sudah memasuki bulan maulid nabi yang akan diperingati pada Selasa besok (20/11).

“Menjelang maulid ini memang penjualan telur meningkat dua kali lipat. Biasanya dari sekitar 200 ikat (1 ikat isi 20 butir telur) sekarang sampai 400 ikat bisa terjual dalam sehari,” ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga telur ayam dipicu dengan pasokan yang terlambat karena untuk di Serang pemasok tidak dapat memenuhi permintaan. “Karena banyak permintaan, pasokan telur di Serang tidak memenuhi permintaan, jadi kita minta dari luar, makanya datengnya telat,” ujar Ayat.

Dikatakannya, harga telur meningkat sejak minggu lalu dan setiap harinya pasokan telur ayam ketempatnya selalu terlambat. “Kalo cuma ngandelin dari Serang gak akan cukup pasokannya, jadi kita ngambil dari luar daerah dan harganya pun berbeda lebih mahal. Sehari kita minta 300 sampe 400 ikat telur ayam,” katanya.

Dilain tempat, Syukur (53) seorang penjual telur di Pasar Lama Kota Serang mengatakan hal yang sama, jika harga telur ayam terus naik setiap harinya. “Hampir setiap hari naik terus. Tadinya Rp 20.000 per kilogram, sekarang jadi Rp 25.000 per kilogramnya,” ucapnya.

Diakuinya jika setiap tahun menjelang maulid nabi, harga telur akan naik secara drastis. Karena biasaya sebagian besar masakan terbuat dari telur ayam, apalagi untuk membuat hiasan panjang maulid.

“Hiasan panjang maulid kan pakenya telur, ada bunga, ada burung, ada macem-macemlah. Terus biasanya kan pada masak telur juga buat dibagi-bagi ke tetangga sama sodara,” katanya.

Meski harga telur ayam terus mengalami kenaikan, tetapi masih banyak pembeli yang memburunya. Namun, sejumlah pedagang eceran mengeluhkan harga telur yang naik. Pasalnya sejak minggu lalu, para pembeli lebih memilih berbelanja ke pasar tradisonal dan supermarket untuk membeli telur dibandingkan di warung dan tukang sayur. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...