Harga Premium Tidak Sama di Tiap Daerah

Jakarta (19/01), satubanten – Presiden Joko Widodo mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 6.600 per liter. Tapi harga tersebut tidak sama untuk setiap daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, harga premium Rp 6.600 per liter hanya berlaku untuk daerah di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pemerintah memberlakukan harga seragam karena sebagai wilayah penugasan (khusus). Ini dengan pertimbangan karena penyaluran ke wilayah itu dinilai jauh dan sulit.

Pemerintah mengenakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen serta biaya distribusi dan penyimpanan sebesar 2 persen.

Sedangkan di wilayah Jamali, pemerintah menetapkan kategori BBM umum yang harganya ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero). Di wilayah ini, PBBKB yang berlaku ditetapkan masing-masing pemerintah daerah (pemda), tapi pemerintah membatasinya maksimal sebesar 10 persen. Pemerintah juga membatasi margin sebesar minimal 5 persen dan maksimal 10 persen.

Sementara untuk harga solar, Sudirman mengatakan, harganya seragam untuk seluruh daerah di Indonesia sebesar Rp 6.400 per liter. Ini karena solar termasuk BBM kategori tertentu yang masih disubsidi.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga BBM jenis umum yakni premium di Jawa dan Madura dijual sebesar Rp 6.700 per liter, sedangkan untuk daerah Bali ditetapkan sebesar Rp 7.000 per liter.

Perbedaan ini disebabkan PBBKB di masing-masing daerah berbeda. “Karena PBBKB Bali sesuai Peraturan Daerah Provinsi Bali ditetapkan 10 persen, daerah lain masih 5 persen,” katanya.(B02/ktdt)

You might also like
Comments
Loading...