harga Minyak Dunia Merosot

Jakarta, SatuBanten- Munculnya fenomena booming shale gas Amerika Serikat menjadi asal mula anjloknya harga minyak dunia. Demi menjaga konsistensi dan memenangkan persaingan, Organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia atau OPEC enggan memangkas kuota produksinya, dan tetap menjaga harga di posisi terendah.

Saat ini minyak diperdagangan dunia berada di level terendah sejak bulan April 2009 lalu.

Melansir laman Bloomberg, Jakarta, Sabtu (10/1/15), West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Februari turun 0,9 persen atau sekitar USD 43 sen di level USD48,36 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara Brent untuk pengiriman bulan Februari turun 1,7 persen atau setara USD85 ke level USD50,11 per barel di London berbasis ICE Future Europe Exchange. Itu merupakan penutupan terendah sejak 28 April 2009 yang lalu.

Volume untuk semua berjangka 60 persennya diperdagangkan di atas rata. Hal itu membuat Indeks acuan Eropa tergelincir 11 persen ditutup dengan premi USD1,75 ke WTI.

“Keputusan OPEC mempertahankan kuota produksi membuat dampak yang lebih besar pada Brent,” ujar Kepala Riset Minyak Generale SA, Mike Wittner. 

You might also like
Comments
Loading...