Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tempe Di kota Serang Terancam Gulung Tikar

Serang, (19/09/2018) Satubanten.com – Pembuat tempe dan tahu di Kota Serang kembali mengeluhkan harga kacang kedelai yang masih tinggi, yakni Rp 7.650 per kilogram yang tadinya Rp 6.300 per kilogram, untuk harga grosir. Sedangkan untuk harga eceran para pedagang menjual dengan harga Rp 9.000 per kilogramnya.

“Harga kacang kedelai masih tinggi, belum ada penurunan harga. Kalau masih terus berlanjut apalagi makin tinggi harganya, ya kami para pedagang mau gak mau harus persiapan cari usaha baru,” ujar Tatang (59) seorang perajin tahu di Lingkungan Domba Tegal, Rt 03 rw 05 Kel Lopang Kec Serang Kota Serang.

Tingginya harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tahu dan tempe ini diakibatkan karena menguatnya dolar dan melemahnya nilai tukar rupiah. Hal tersebut tentunya membuat para  perajin sekaligus penjual tahu dan tempe kebingungan untuk menjual  barang dagangannya tersebut.

“Bahan baku kita kan kacang kedelai, dan barangnya impor, pasti sangat berpengaruh dengan menguatnya dolar. Jadi para pedagang dan perajin bingung untuk menaikkan harga tahu dan tempe yang mereka jual,” kata Manajer Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Oncom Sumber Rezki Barokah Provinsi Banten, Maulana Fikri.

Dikatakannya, kalau para perajin tahu dan tempe menginginkan harga kacang kedelai yang stabil di angka Rp 6.500 per kilogram. Sementara hingga saat ini, harga kacang kedelai impor masih di angka Rp 7.650 per kilogram.

“Kalau masih terus seperti ini, para perajin terancam gulung tikar dan angka pengangguran semakin banyak. Kami berharap pemerintah dan dinas terkait bisa menurunkan harga kacang kedelai, agar kami para perajin dan pedagang tidak kesulitan dalam mengolah atau menjualnya kepada para pelanggan,” katanya.

Dengan adanya pemberitaan ini, Maulana dan anggota koperasi berharap pemerintah daerah bisa langsung cepat tanggap dan segera mendapatkan solusi.

“Supaya masalah yg terjadi di daerah tersebut ada titik temunya, dan agar orang lain pun tau dengan kenaikan harga kacang kedelai saat ini, dan mereka bisa memahami kenapa bisa naik dan kenapa tahu dan tempe sedikit lebih kecil ukurannya,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para perajin tahu dan tempe mengecilkan ukuran tempenya dengan harga yang tetap agar usahanya bisa bertahan.
“Kalau menaikkan harga, yang ada pelanggan pada kabur. Jadi biar usaha tetap berjalan, saya kecilkan ukuran tahunya,” tutur Suhana, salah satu perajin tahu di Kota Serang.

Sementara Tarjani pedagang tempe mengatakan, mahalnya kacang kedelai membuat keuntungan yang didapatnya lebih kecil, karena modal yang dikeluarkan lebih besar. Untuk menyiasatinya dia beserta perajin lainnya mengecilkan jumlah produksi. “Biasanya sehari bisa tiga ton, kalo sekarang dua ton, bahkan satu setengah ton kalau pas dagangan gak habis semua,” ujarnya.

Tarjani biasanya menjual tempenya mulai dari harga Rp 2.000 sampai Rp 6.000 per bungkusnya, dan tersebar di sejumlah pasar di Kota Serang. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...