Harga Bawang Putih Melejit, Pengusaha Kerupuk Menjerit

Serang (07/05/2019), SatuBanten News – Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah pengusaha kerupuk di Kota Serang dilanda keresahan. Mereka mengeluhkan tingginya harga bawang putih di Pasar Rau. Selain mahal, bawang merah saat ini sulit ditemukan.

Imam Santoso (47) salah satu pengusaha kerupuk di Cipete Kota Serang mengatakan bahwa saat ini, dirinya serba salah karena bawang yang mahal dan sulit didapat menjadikan harga jual kerupuk terganggu. “Datang ke Pasar Rau bingung saat mau beli bawang putih, harganya mencapai Rp 80.000 per kilogram,” ujar Imam, kepada SatuBanten , Selasa (7/5/2019).

Melihat harga yang tinggi, Imam harus memutar otak karena harus menyiasati harga jual kerupuk yang diproduksinya. Seperti diketahui, bawang putih merupakan salah satu bumbu utama sebagai penyedap rasa alami dalam proses pembuatan kerupuk.

Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa tingginya harga bawang putih menjadi pertimbangan karena harus diperhitungkan dengan adanya THR bagi karyawan. “Bagaimana mau menjualnya nanti, kalau bawang putih sudah mahal. Belum lagi tepung dan gaji karyawan yang bulan ini harus ada THR. Otomatis pengeluaran semakin besar sedangkan harga jual tetap,” ungkap Imam.

Senada dengan Imam, hal serupa juga dirasakan oleh Wawan (47) salah satu pengusaha kerupuk di Sempu. Selain tingginya harga bawang, saat ini sedang musim penghujan yang secara otomatis para pengusaha juga harus menggunakan oven untuk pengering. “Biaya listrik semakin tinggi karena harus menggunakan oven agar kerupuk cepat kering karena tidak ada matahari untuk menjemur,” ujar Wawan.

Wawan berharap agar pemerintah dapat menstabilkan harga bawang dan kebutuhan lainnya. “Semoga pemerintah dapat mengkontrol harga bahan pokok di pasaran, agar usaha kami dapat berjalan normal dan kami para pengusaha kecil dapat bertahan,” ungkap Wawan penuh harap. (MAK/SBS)

You might also like
Comments
Loading...