Harga Bawang Merah Melambung, Warga Rangkas Resah

Rangkasbitung (04/05/2020) satubanten.com – Sejak sepekan terakhir warga Rangkasbitung, dipusingkan dengan tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran. Salah satu kebutuhan pokok tersebut adalah bawang merah.

Meski di masa pandemi covid 19, harga bawang merah, di pasar Rangkasbitung, justru terus merangkak naik, hingga berkisar 60 hingga 70 ribu rupiah perkilogram. Sebelumnya harga bawang merah dijual seharga 40 ribu rupiah perkilogram.

Harga bawang merah mulai naik sejak April 2020 lalu, dan hingga saat ini harga bawang merah terus melonjak tajam hingga mencapai 70 ribu rupiah perkilogramnya.

Tingginya harga bawang merah tersebut, di keluhkan sejumlah ibu-ibu. Masitoh (51) misalnya, dirinya mengaku terkejut karena saat dirinya membeli bawang merah dikira seharga 45 ribu rupiah perkilogram. Namun saat ini harga bawang merah sudah diatas 60 ribu rupiah perkilogram.

“Perasaan kemaren, saya beli bawang merah masih di harga 45 ribu rupiah, namun saat ini kok sudah 65 ribu rupiah perkilogramnya. Karena naik, saya terpaksa membeli setengah kilo saja. Bawang merah merupakan bumbu dapar yang di butuhkan,” ujarnya.

Bagi para pedagang, tingginya harga bawang merah, membuat penjualan bawang merah, menurun hingga mencapai 20 persen. Ujang (34), salah seorang pedagang bawang merah, menjelaskan, bahwa harga bawang merah sudah naik dari tingkat pengecer. Hal ini di karenakan pasokan bawang merah berkurang, akibat banyak tanaman bawang merah yang gagal panen akibat diserang hama.

“Harga bawang merah sudah naik dari sananya, menurut informasi, banyak tanaman bawang merah milik petani yang gagal panen akibat serangan hama ulat. Meski harga bawang merah naik, tidak halnya dengan harga cabe merah. Harga cabe merah kini turun, dari harga 30 ribu rupiah kini menjadi 20 ribu rupiah perkilogramnya,” jelasnya.

Warga berharap agar pemerintah memperhatikan kenaikan kebutuhan pokok di masa pandemi covid 19 ini. Selain sulitnya mencari penghasilan, disaat ini warga juga di pusingkan dengan tingginya harga-harga kebutuhan pokok. (Bang Nas/SBS)

You might also like
Comments
Loading...