Gunung Karang Pandeglang Raksasa Tertidur Dari Banten

Pandeglang, (06/06/2021)- Satubanten.com- Selain Gunung Krakatau, Provinsi Banten juga mempunyai Gunung Karang. Gunung Karang adalah tempat mendaki dan berziarah. Jadi, ada dua alasan orang berkunjung ke Gunung Karang, yakni mendaki atau berziarah.

Gunung Karang terletak di Pandeglang, Banten. Gunung yang tingginya 1778 mdpl ini termasuk ke dalam jenis stratovolcano atau gunung berapi kerucut. Konon Gunung Karang ini masih memiliki kemungkinan untuk meletus.
Pandeglang adalah raksasa tertidur dari Banten, yang menyimpan banyak rahasia yang belum terkuak oleh manusia, banyaknya misteri, mitos dan legenda di tempat ini menjadikan gunung Karang beraroma mistis yang sangat kuat.

Sejarah gunung Karang tidak lepas dari cerita peradaban masa lalu hingga sejarah runtuhnya kerajaan hindu-Budha. Gunung Karang adalah gunung tertinggi di daerah Banten, ketinggiannya mencapai 1778 mdpl dan gunung ini gunung merapi aktif yang memiliki potensi besar bisa meletus.

Ada beberapa situs sejarah yang berada di gunung Karang, di antaranya : batu Menhir, Situs Pahoman Pasir Petey, Sumur Tujuh. Petilasan Sultan Banten ke 1. Makam Syekh Rako. Makam Syekh Karan.

Gunung Karang Banten, menjadi salah satu tujuan Favorit wisata religi dan wisata pendakian gunung, selain tujuan mendaki, yang paling terkenal adalah Sumur 7 gunung Karang yang keberadaannya di puncak gunung, dengan ketinggian 1778 mdpl.

Sumur 7 Gunung Karang adalah tempat yang paling sering dijadikan tujuan mendaki dari berbagai penjuru Nusantara. Sejarah sumur 7 berkaitan erat dengan Sultan Maulana Hasanuddin pendiri kerajaan Banten, Syarief Hidayatullah Raja Cirebon pertama.
Sejarah yang melegenda di masyarakat tentang keberadaan sumur 7 yang dibuat oleh Sultan Maulana Hasanuddin, adalah ketika Sultan Maulana Hasanuddin ditantang bertarung unjuk kesaktian oleh Raja Pucuk Umun Raja Banten Girang.

Pertarungan yang sangat sengit terjadi di puncak gunung Karang yang sekarang adanya sumur tujuh. Karena kehausan setelah bertarung Sultan Maulana Hasanudin bermunajat kepada Allah untuk memohon air minum.
Atas izin Allah, maka ditancapkanlah tongkatnya ke tanah, dengan seketika keluarlah air menyembur dari dalam tanah. Lubang bekas tongkat yang ditancapkan inilah yang sekarang disebut keramat Sumur Tujuh Gunung Karang.

Sumur 7 gunung Karang banyak sekali dikunjungi oleh para peziarah. Mereka ke sumur tujuh dengan tujuan untuk mencari air sumur keramat. Jika airnya kebetulan banyak biasanya para peziarah mandi dan membawa pulang ke rumah.
Tujuannya memohon keberkahan kepada Allah dengan sareat air sumur keramat yang dibuat oleh Sultan Maulana Hasanuddin.

Banyak sekali cerita mistis yang sering dialami oleh para pendaki yang bertujuan ziarah ke sumur 7 gunung Karang, fenomena yang sering terjadi berkaitan dengan hal-hal yang berbau mistis.

Bahkan, salah satu dari para peziarah ketika memasukkan tangannya ke lumpur sumur tujuh, ditemukan emas yang masih utuh berbentuk batangan, dan beberapa kejadian seperti menemukan benda-benda pusaka atau batu akik yang mengandung kekuatan gaib.
Sumur 7 inilah yang menjadi alasan para peziarah datang ke puncak gunung Karang. Cerita kerabat di Kadu Engang kebanyakan peziarah datang dari kota Jakarta. Mereka mempercayai air dari Sumur 7 berkhasiat membersihkan diri dari aura negatif yang melekat dalam diri seseorang.

Namun sangat disayangkan, dengan kondisi yang sekarang sumur 7 sudah sangat memprihatinkan, saking banyaknya pengunjung menjadikan sumur tujuh sudah tidak terlihat tujuh lagi, keadaannya sudah berubah dari aslinya karena terjamah ribuan orang.(Sbs11)

You might also like
Comments
Loading...