Giant Gulung Tikar, Begini Penjelasan Dari PT Hero Supermarket Tbk

Jakarta (28/06/2019), Satubanten.com – Setelah mengogral diskon besar-besaran, bos Giant yang diduga pailit dan gulung tikar itu akhirnya meberikan komentarnya. Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, memastikan bahwa pihaknya akan menutup enam gerai supermarket Giant pada 28 Juli 2019. Meskipun dirinya menilai ini adalah keuptusan yang berat, namun hal ini telah dikomunikasikan dengan segenap karyawan.

Hendrianus Wahyu Trikusumo mengatakan bahwa penutupan gerai terpaksa dilakukan akibat perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, bisnis ritel di Indonesia mengalami persaingan yang ketat dan berimbas pada berubahnya pola perilaku belanja masyarakat. Dengan begitu, Giant harus beradaptasi untuk bersaing secara efektif.

“Perseroan harus meningkatkan dan memperbarui penawaran terhadap pelanggan untuk memastikan kualitas, nilai serta produktivitas took untuk kepentingan pelanggan dan masa depan karyawan perseroan,” kata Hendrianus sebagaimana dikutip Bisnis.com, Jum’at (28/06).

Hendrianus mengatakan bahwa ritel makanan di Indonesia mengalami persaingan yang cukup ketat beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan pola belanja konsumen. Oleh karena itu, meskipun dirinya mengakui bahwa Giant adalah brand yang kuat, tapi tetap harus  beradaptasi untuk bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi year transformation untuk memberikan peningkatan jangka panjang.

BACA JUGA : Terlilit Pailit dan Terancam Tutup, Giant Jabodetabek Diskon Besar

Menurut Hendrianus, Hero juga akan berupaya meningkatkan proporsi pelanggan dalam bisnis makanan serta gerai kesehatan dan kecantikan Guardian dan toko furniture IKEA. Ia juga menambhakan bahwa Hero akan berupaya menjadi market leader dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

Ia yakin bahwa perubahan ini pasti akan berdampak pada beberapa karyawan. Oleh karena itu ia menegaskan bahwa Giant akan memperlakukan semua karyawan dengan adil dan terhormat terkait penutupan beberapa gerai tersebut.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, HERO mencatatkan pendapatan bersih Rp3,06 triliun. Pendapatan itu naik tipis 0,5% dibandingkan kuartal I/2018. Akan tetapi, HERO mencatatkan kerugian sebesar Rp3,5 miliar atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,13 miliar.

Dari sisi kinerja saham selama setahun, HERO masih mencatatkan surplus 5,06%. Adapun, dalam seminggu terakhir telah terkoreksi 11,70%, selama sebulan 14,43% dan tiga bulan terakhir 17%. Pada saat perdagangan dibuka harga saham HERO berada di level Rp865 dan merosot Rp35 sampai jeda siang.

“Terakhir tidak ada informasi yang dapat memengaruhi jalannya perusahaan dan harga saham,“ pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...