GenBI Banten Harus Bisa Mengemas dan Menggerakkan UKM Untuk Peningkatan Ekonomi

Serang, (27/09/2018) Satubanten.com – Sebanyak 99,9 persen unit UMKM yang ada di Indonesia sudah menggunakan media elektronik, dan start up di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Hal tersebut disampaikan oleh Departemen kebijakan dan pengawasan Sistem Pembayaran – Divisi Teknologi Finansial Miftahul Choiri pada saat memberikan pemaparan dalam acara Capacity Building di Kantor Perwakilan BI Banten beberapa waktu lalu.

Dia juga menyampaikan jika produk lokal masih sangat kurang di e-commerce dan lebih banyak barang dari China. “Partisipasi investasi lokal masih sangat minim, dan ini merupakan tantangan bagi kita. Dan memang saat ini di Indonesia masih rawan dalam keamanan cyber,” katanya.

Miftahul Choiri juga menambahkan, kalau potensi e-commerce di Indonesia sangat besar. Namun sayang, pada kenyataannya tidak seperti potensi yang ada. “Kita beli bisa, tapi menjual kembali tidak bisa, nah itu tantangan kita kedepannya bagaimana produk lokal kita bisa terjual hingga menguasai pasar. Dan GenBI harus bisa melakukannya,” ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan kalau UKM di Indonesia khususnya Banten memiliki kreatifitas yang begitu tinggi, apa saja bisa dimanfaatkan dan dijadikan barang bernilai seni tinggi.

“Saking kreatifnya, UKM disini itu terlalu pasrah, dan tidak memikirkan bagaimana bisnis besarnya, dan mereka mudah puas. SDM kita sangat terbatas dan belum siap untuk melakukan usaha online,” tambahnya.

Sementara Code Margonda yang terdiri dari Didi Diarsa, Wicak Hidayat dan Muazin yang merupakan narasumber menjelaskan, jika Banten dengan segala potensinya, harus bisa menjadi salah satu daerah yang bisa lebih maju dan kreatif.

“Dengan segala potensi yang ada. Maka potensi itu tinggal bagaimana mengemasnya saja, dan harus ada anak muda yang bisa menggerakkan untuk memulainya,” ujar Wicak Hidayat, salah satu narasumber dari Code Margonda.

Disini hanya Tinggal keinginan para generasi muda yang ingin ikut membantu dan memulai sebuah usaha. “Apalagi sekarang ini kan lebih mudah, sudah
serba teknologi digital, jadi ya gampang,” ujarnya.

Selain itu, para generasi muda juga bisa membuat lapangan kerja di daerahnya. Kemudian, tentu saja hal
ini dapat memudahkan para pelaku UMKM dalam mendistribusikan barangnya. “Jadi, generasi muda ini
bisa lebih menghidupkan barang lokal dengan mengemas semenarik mungkin,” katanya. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...