Gelisah Terhadap Sampah di Kali Banten, Kampus UPI Serang Gelar Prokasih

Serang, SatuBanten News – Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, Dr. H. Herli Salim, M.Ed. mengungkapkan kegelisahannya akan masalah sampah di Kota Serang. Hal ini diungkapkan kepada SatuBanten News beberapa waktu lalu.

Herli mengatakan bahwa volume sampah yang tidak dikelola dan diolah dengan baik akan menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat dan tentunya akan membebankan pada pemerintah Kota Serang.

“Permasalahan sampah ini jangan dianggap kecil. Sampah menyebabkan dampak permasalahan yang lainnya. Tak hanya membuat lingkungan menjadi kotor, tetapi juga berdampak pada masalah sosial dan menimbulkan berbagai penyakit,” ujar Herli Salim.

Karena itu, Kampus UPI Serang akan melakukan serangkaian acara seputar Kampanye terkait sampah yang difokuskan pada pengelolaan dan penyadaran masyarakat sekitar Kali Banten yang saat ini masih membuang sampah di bantaran kali.

“Kami dari UPI Serang mengajak para mahasiswa untuk menjadi ujung tombak sosialisasi kesadaran bagi masyarakat untuk peduli akan kebersihan lingkungan khususnya aliran sungai, oleh karena itu kami meluncurkan program Prokasih (Program Kali Bersih) yang akan dilakukan pada tanggal 24 November 2018,” ungkap Herli.

Senada dengan Herli, Syaiful Akbar M.Sc dari Surosowan Institute juga menyoroti permasalahan sampah di Kota Serang. Syaiful mengatakan bahwa sampah di Kota Serang bisa dibilang sudah menunjukkan alarm lampu merah. “Hampir setiap hari kita lihat penumpukan sampah, bukan hanya di perkotaan tapi juga merata hingga di perkampungan. Sudah selayaknya pemerintah menyediakan tempat penampungan sementara yang merata di sekitar pemukiman penduduk serta juga menyediakan alat angkut ke penampungan akhir,” ujar pria lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini.

Syaiful menghimbau kepada warga untuk sadar akan pentingnya pengeloaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Tujuannya selain menjaga lingkungan tetap sehat, juga mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan kapasitas muatnya.

Lebih lanjut Syaiful mengatakan pengolahan sampah yang intesif dianjurkan bagi warga Kota Serang adalah dengan sistem 3R. Yakni reduce, reuse, recycle.

“Tujuan dari pengolahan sampah 3R adalah mengubah limbah plastik menjadi barang berguna serta menambah nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti pupuk organik atau barang pakai dari daur ulang. Kemungkinan karena tidak adanya sarana penampungan sampah bagi warga yang tinggal di bantaran kali, menyebabkan warga membuang sampah di kali tersebut,” kata Syaiful.

Syaiful berharap agar pemerintah tanggap dan mau mengalokasikan perhatian yang lebih besar akan permasalahan sampah serta aktif melakukan sosialisasi pengolahan sampah 3R ke warga Kota Serang. Sehingga kesadaran dan partisipasi masyarakat tentang pengolahan sampah di tingkat rumah tangga meningkat. Hal itu karena penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja. Namun juga diperlukan partisipasi masyarakat. (REH/SBS)

You might also like
Comments
Loading...