Garuda Indonesia Dapat Penghapusan Pajak Dari RRC

Beijing (17/1/2014), SatuBanten – Lanjutan perundingan antara Pemerintah China dengan Indonesia akhirnya membuahkan hasil positif. Pemerintah negeri tirai bambu tersebut membebaskan Garuda Indonesia dari pajak bisnis senilai sekitar US$5 juta per tahun yang selama 12 tahun dikenakan kepada maskapai milik Indonesia tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk China, Soegeng Rahardjo, mengatakan selama 9 bulan menjabat sebagai duta besar Indonesia di Beijing, pihaknya mengupayakan berbagai terobosan yang berdampak riil bagi bisnis.

“Pajak ini sudah dikenakan kepada Garuda selama 12 tahun. Nilainya berkisar US$3 juta hingga US$5 juta per tahun,” ujarnya kepada wartawan di KBRI Beijing pada Jumat (16/1/2015).

Perundingan dengan pemerintah China, katanya, juga melibatkan pihak Kemementerian Keuangan Indonesia guna menghindari pajak berganda bagi maskapai Indonesia.

Soegeng menjelaskan, selain soal pajak bisnis bagi Garuda, KBRI di Beijing juga mengupayakan peningkatan perdagangan Indonesia dan China.

Sementara itu, Asa Perkasa, General Manager Garuda Indonesia di Beijing, mengatakan pajak yang dikenakan itu adalah pajak bisnis (business tax). Ada lima maskapai yang dikenai pajak bisnis termasuk garuda Indonesia, Philippine Airlines, Egyptair dan dua maskapai lain.”Nilainya sekitar 13% dari sales,” tambah Asa.

Menindaklanjuti hal tersebut, Garuda Indonesia menambah rute penerbangan langsung dari dan ke Beijing dengan membuka jalur penerbangan Beijing-Denpasar (pp) demi meningkatkan kunjungan turis dari China ke Indonesia.

Lebih lanjut Asa mengatakan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke luar negeri saat ini sekitar 100 juta per tahun. “dari jumlah itu kurang dari 1 juta yang berkunjung ke Indonesia, artinya kurang dari 1%,” ujarnya kepada wartawan. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...