Gagal Temui Calon Mertua, Akibat Ancaman Bom di Kereta

Cilegon – Stasiun Kereta Api Kota Cilegon dihebohkan dengan kabar adanya Bom pada Jum’at (1/6) sore. Sontak kereta yang sedianya berangkat menuju Rangkasbitung tersebut hingga pukul 16.30 urung melaju. Penumpang yang sudah siap berangkat ke berbagai tempat tujuan akhirnya diturunkan kembali karena adanya ancaman Bom tersebut.

Saat kereta dari arah Rangkasbitung menuju Merak juga turut diberhentikan tiba di stasiun Cilegon. Seluruh penumpangnya juga diturunkan di Stasiun Cilegon berbarengan dengan para penumpang kereta arah Rangkasbitung. Alfiyan adalah salah satu dari puluhan penumpang yang diturunkan karena adanya ancaman Bom tersebut.

“Saya udah duduk tuh, nungguin kereta jalan. 1 menit 2 menit kagak berangkat-berangkat, eh sampe jam setengah lima kagak jalan-jalan itu kereta ke Rangkas. Datang juga itu kereta dari Rangkas tujuan Merak, sama nggak berangkat juga,” tutur Fiyan (sapaan akrab Alfiyan).

Fiyan berharap kerata segera berangkat, namun malang ia malah diturunkan bersama penumpang lain. “Turunlah kita, pada penuh di peron,” tuturnya.

Semula Fiyan tidak tahu kenapa diturunkan dari kereta. Ia dan para penumpang lain hanya diarahkan untuk menunggu di ruang tunggu. Satpam yang mengarahkannya hanya mengatakan bahwa perintah tersebut langsung dari pusat dan tanpa keterangan lebih lanjut. Beberapa saat kemudian baru diterangkan bahwa ada pesan ancaman Bom yang menyebabkan para penumpang diturunkan.

“Setelah kita dikumpulin semuanya itu, baru diumumin bahwa alasan ditahan keberangkatan yaitu karena ada orang yang tidak bertanggung jawab mengirimkan pesan tentang bom,” ungkap Fiyan.

Jadwal kereta sore itu ditunda hingga tim Gegana memastikan keamanan di TKP. Beberapa jam setelah pemeriksaan dan olah tkp, tim kepolisian akhirnyaa menemukan pelaku pengirim ancaman bom tersebut. Pria berinisial AW ini ternyata berasal dari Malingping dan sehar-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

“Awalnya saya bingung tapi pas udah dikasih tahu yaudah saya percaya aja, makanya ini nggak jadi balik. Bagus penanganan dari PT KAI, sigap,” tutur Fiyan.

Ketika diinterogasi, pelaku memang mengaku bahwa ia melakukan hal lantaran kesal kepada salah satu masinisnya. Bunyi sms yang dikirimm AW kepada masinisnya pun sangat sederhana, sebagaimana kawan yang sedang bercanda.
“Selamat siang, saya beritahukan di kereta lokal Merak saya taruh beberapa bom anda tunggu saja,” kata Azizi kepala Stasiun Cilegon saat menirukan bunyi sms dari pelaku.

Sedangkan Fiyan, oleh sebab sms itu dirinya batal pulang. Padahal sedianya dia hendak mencari rumah calon mertuanya sekaligus pulang ke rumah. Namun rupanya takdir berkata lain, Fiyan dan penumpang lain tertimpa malang tak bisa pulang.

“Saya sih tadinya pengen pulang ke ruamh calon mertua mas, tapi ya Cuma belum ketemu. Untuk keinginan sih sebenarnya selalu ada,” ungkap Fiyan.

Hal semacam ini bukan pertama kali terjadi di daerah Banten. Awal tahun 2018 lalu tepatnya pada 22 Januari ancaman yang sama juga masuk melalui sms ke salah satu anggota Polsek Tanara di Kabupaten Serang. Sedangkan pelakunya bisa dijerat dengan UU Antitrorisme pasal 13 A yang berbunyi,”Barang siapa dengan sengaja menyebarkan ucapan, sikap atau perilaku, tulisan atau tampilan yang mengakibatkan tindak pidana terorisme, dipidana dengan hukuman penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun.” (IBC/SBS32)

You might also like
Comments
Loading...