Front Mahasiswa Kota Cilegon Gelar Konsolidasi dan Diskusi Berbagai Masalah

Cilegon (04/08/2019), Satubanten.com – Mahasiswa yang mengatasnamakan Front Mahasiswa Kota Cilegon menggelar konsolidasi dan diskusi Cilegon Sakit Mahasiswa Menggugat, pada Sabtu (3/8/2019) sore. Gerakan ini merupakan gabungan dari organisasi mahasiswa (Ormawa) yang ada di Kota Cilegon.

Dalam acara diskusi tersebut Ormawa yang hadir antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cilegon dan Ikatan Mahaswa Cilegon (IMC).

Syaihul Ihsan selaku Ketua DPC GMNI Kota Cilegon dalam agenda tersebut mengatakan bahwa mahasiswa bersepakat harus bersatu dalam menyikapi kompleksitas problematika di Kota Cilegon.

“Saya menyorot Praktek kapitalistik yang kini terbukti kian deras di Kota Cilegon, dominasi modal asing serta privatisasi sektor-sektor strategis dari sektor hulu hingga hilir, hal ini menyebabkan tergusurnya peranan negara sebagaimana amanat konstitusi, berharap pemerintah daerah tidak menjadi pragmatis dan transaksional bahkan konsensus dengan pemodal yang menyebabkan kesengsaraan rakyat terkhusus di kota Cilegon,” tegasnya.

Sementara itu Rizki Putra Sandika sebagai Ketua Umum PP IMC mengatakan bahwa Gerakan mahasiswa tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah diam. Kota Cilegon di usia 20 tahun tidak kunjung membaik. Dua mantan walikota yang korup, pembangunan mangkrak, tata kota yang asal asalan serta RPJMD yang tidak kunjung dilaksanakan.

“Bahkan kota yang katanya kota industri ini menjadi salah satu kota penyumbang angka pengangguran di Banten. Kita ketahui bersama Banten mendapat peringkat satu provinsi pengangguran se-Indonesia. Dan beberapa proyek yang dibangun di kota Cilegon tanpa mempertimbangkan kemanusiaan dan lingkungan hidup. Saya menilai walikota Cilegon tak punya nyali. Semoga wakil walikota yang baru dilantik mampu membantu walikota Cilegon dalam menyelesaikan RPJMD dan persoalan Cilegon yang kompleks bukan malah sibuk cari panggung untuk kepentingan kekuasaan,” ungkapnya.

Ammar Abudzar Ketua PD KAMMI Kota Cilegon memandang bahwa langkah ini merupakan sebuah awalan yang baik untuk pergerakan mahasiswa di kota Cilegon yang terkenal dengan gerakan buruh dan LSM nya. Mahasiswa seharusnya mengingat kembali fungsinya sebagai control social.

“Kami melihat banyak penyakit yang menggerogoti kota Cilegon, tentu saja yang terburuk adalah praktek korupsi yang terjadi sehingga menyebabkan mangkraknya proyek-proyek pembangunan dan bahkan menjadi temuan BPK. Jangan sampai ini terus terjadi dimana proyek pembangunan untuk masyarakat malah dijadikan bacakan untuk segelintir golongan,” paparnya.

Karena banyaknya masalah yang dialami Kota Cilegon ini maka Edi Djunaedi selaku Ketua PC PMII Kota Cilegon mengatakan bahwa Cilegon butuh ide dan gagasan segar dari kalangan mahasiswa.

“Gagasan segar tersebut untuk membangun suatu tatanan kota yang baik dan mewujudkan Cilegon sebagai kota yang maju,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...