Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Fraksi PKS Kota Serang Dukung Pembangunan Masjid Agung Kota Serang

Serang (10/02/2020) SatuBanten.com – Status Masjid Agung Ats-Tsauroh resmi dirubah menjadi Masjid Agung Kota Serang, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, yang secara langsung diungkapkan oleh Walikota Serang Syafrudin, pada tanggal 7 Februari 2020.

Penetapan status Masjid tersebut dihadiri oleh salah satu anggota Dewan, para Kiayi, tokoh masyarakat, agama, ormas, dan OPD terkait menyepakati bahwa.

Menurut Syafrudin, pihaknya sedang proses pembuatan DED dan FS pembangunan Masjid Agung Kota Serang, yang ditargetkan tahun 2021 akan segera terealisasikan.

Menanggapi hal tersebut Nur Agis Aulia Fraksi PKS, Komisi II DPRD Kota Serang mendukung penuh tindakan Pemkot.

“Semoga kelak Masjid Agung ini, bisa dioptimalkan oleh masyarakat kota Serang untuk kebangkitan umat di kota Serang, baik sosial, budaya, ekonomi dan lainnya,” ujar Agis saat dihubungi wartawan SatuBanten News (SBS) melalui pesan WhatsApp. Senin, (10/02).

Agis pun mengajak serta masyarakat kota Serang untuk ikut mendukung, serta mengawal program Pemkot demi kelancaran dan kemajuan kota Serang.

“Gaspolll, Aje Kendorrrr,” tutur Agis.

Selain itu rupanya perubahan status masjid Agung juga mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak salah satunya ada yang mengkaitkan serta mempermasalahkan soal Penyakit Masyarakat (Pekat), bagaimana perempuan malam yang masih banyak berkeliaran di Alun-alun dan tempat hiburan malam yang dinilai tidak sinkron dengan keberadaan Masjid Agung sebagai ikon Madani Kota Serang.

“Perda PUK yang baru disahkan, sekarang masih dalam proses sosialisasi, karena didalam perda tersebut para pemilik hiburan malam, diberikan batasan maksimal 6 bulan sejak disahkan untuk menyesuaikan dengan isi perda,” ungkapnya.

Setelah itu, Agis juga menjelaskan bahwa Pemkot Serang akan tegas memberikan sanksi penutupan dan pidana bagi pelanggar perda PUK. Sedangkan jangka pendek, satpol PP akan didorong untuk melakukan razia menertibkan alun-alun dari pelaku pekat, dan jangka panjangnya, alun-alun akan direvitalisasi untuk mengoptimalkan fungsi alun-alun sebagai ruang publik.

“Kita bekerja secara paralel, masjid Agung tetap berjalan, dan pengentasan pekat juga jalan,” tutupnya. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...