Fraksi PKS DPR Potong Gaji Bulan Maret Untuk APD Bantu Pahlawan Medis

Jakarta (24/3) – Fraksi PKS DPR kembali menyerukan gerakan nasional kepada aleg-alegnya. Setelah gerakan pembagian masker dan disinfektan gratis di rumah ibadah, Fraksi PKS menginstruksikan potong gaji bulan Maret untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan Anggota Fraksi PKS turun langsung ke rumah sakit dan melihat langsung kekurangan APD bagi tenaga medis. Untuk itu, Fraksi PKS bersepakat untuk memotong gaji Bulan Maret ini dan dibelanjakan untuk pembelian APD yang akan disalurkan kepada tenaga medis rumah sakit.

“Para tenaga medis hari ini adalah pahlawan rakyat Indonesia. Mereka bekerja siang dan malam tak kenal henti dengan risiko yang tinggi. Semoga Allah melindungi mereka dan memuliakan mereka. Kita yang di luar berusaha mensupport mereka dengan membantu pemenuhan APD semaksimal yang bisa kita usahakan melalui donasi potong gaji sebagai wakil rakyat,” ungkap Jazuli.

Fraksi PKS sudah mendesak Pemerintah agar segera memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis di berbagai rumah sakit baik di pusat maupun daerah dalam rangka darurat corona ini. Presiden dan pemerintah mengklaim sudah mendatangkan 50 juta APD. Tapi, faktanya masih banyak yang belum terpenuhi di lapangan. Tenaga medis dan rumah sakit bahkan pasien yang dirawat masih banyak yang mengeluh kekurangan APD.

“Atas dasar itu Fraksi PKS meminta kepada seluruh anggota legislatif PKS dari pusat hingga daerah untuk membantu melalui pemotongan gaji bulan Maret. Kita tunjukkan dalam keterbatasan yang ada kita secara kolektif bisa membantu yang bisa kita bantu bersama komponen masyarakat lainnya yang juga luar biasa dalam membangun solidaritas mengahadapi wabah corona ini,” pungkas Jazuli.

Jazuli Juwaini berharap ikhtiar ini bisa diikuti oleh seluruh anggota DPR/D lintas Fraksi agar prioritas pemenuhan APD bagi pahlawan kemanusiaan para dokter dan tenaga medis bisa terpenuhi segera. (sbs04)

You might also like
Comments
Loading...