Filipina Keluarkan Aturan Penanaman Pohon Untuk Syarat Kelulusan Siswa

Manila (29/5/2019), SatuBanten News – Filipina mengeluarkan undang-undang baru yang mengharuskan semua siswa lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi untuk menanam setidaknya 10 pohon masing-masing sebelum mereka dapat lulus.

Undang-undang ini menanamkan tradisi untuk menanam pohon setelah lulus, yang juga diharapkan secara bersamaan memerangi perubahan iklim global.

Dilansir dari The Independent, para parti pendukung aturan ini di parlemen mengatakan bahwa undang-undang tersebut dapat menghasilkan sebanyak 525 miliar pohon yang ditanam dalam satu generasi jika dipatuhi dengan benar.

Perwakilan Partai Magdalo Filipina, Gary Alejano, yang merupakan salah satu pengusul utama undang-undang itu, mengatakan bahwa jika aturan ini dilaksanakan dengan baik, maka Filipina akan menjadi salah satu Negara yang peduli pada pelestarian alam.

“Dengan lebih dari 12 juta siswa lulus dari sekolah dasar dan hampir lima juta siswa lulus dari sekolah menengah dan hampir 500.000 lulus dari perguruan tinggi setiap tahun, inisiatif ini, jika diterapkan dengan benar, akan memastikan bahwa setidaknya 175 juta pohon baru akan ditanam setiap tahun”.

“Dalam satu generasi, tidak kurang dari 525 miliar dapat ditanam di bawah inisiatif ini,” kata Alejano dalam catatan penjelasan RUU tersebut.

Lebih lanjut Alejano mengatakan bahwa jika seandainya dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 10 persen, ini berarti ada tambahan 525 juta pohon akan tersedia untuk dinikmati para pemuda, ketika mereka mengambil jubah kepemimpinan di masa depan.

Pohon-pohon tersebut akan ditanam di hutan bakau, hutan alam dan beberapa kawasan hutan lindung, wilayah militer, lokasi penambangan yang terlantar dan beberapa daerah perkotaan.

Pemerintah mengatakan bahwa spesies yang dipilih untuk penanaman harus sesuai dengan setiap lokasi, iklim, dan topografi wilayah tersebut dan juga akan ada preferensi untuk spesies asli.

Selain dampak langsung menyerap karbon dari pohon, diharapkan undang-undang akan membantu membawa pemahaman lingkungan kepada generasi mendatang dan mengarah pada inisiatif ekologis lebih lanjut.

Departemen Pendidikan dan Komisi Pendidikan Tinggi negara tersebut akan bersama-sama menerapkan dan memastikan kepatuhan terhadap RUU tersebut.

Filipina adalah salah satu negara yang paling parah kehilangan hutannya di dunia dengan total tutupan hutan menurun dari 70 persen menjadi hanya 20 persen selama abad ke-20. Penebangan liar tetap menjadi masalah bagi negara dan kurangnya pohon di beberapa daerah telah memperburuk risiko dan dampak banjir serta tanah longsor. (BTI/SBS)

You might also like
Comments
Loading...