Fakta Kasus Korupsi Kutai Timur: Suami Jadi Bupati dan Isteri Ketua DPRD

Jakarta, Satubanten.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Kutai Timur ISM, dan istrinya EU yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Dinas PU dan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Jumat (3/7/2020) dinihari.

KPK juga turut menahan lima tersangka lainnya kasus ini, yaitu Kepala Bapenda Kepala Dinas PU, Kepala BPKAD, serta dua pihak swasta.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam jumpa pers menyatakan, ketujuh tersangka ditahan di empat Rutan berbeda. Bupati Kutai Timur bersama tiga anak buahnya di Rutan cabang KPK di Gedung ACLC atau Gedung KPK lama, Kavling C1. Kemudian dua orang pihak swasta masing-masing di Rutan Polda Metro Jaya dan Rutan Polres Jakarta Pusat.

“EU ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih,” kata Nawawi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020) malam.

Ketujuh tersangka tersebut akan mendekam di sel tahanan masing-masing untuk 20 hari pertama untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 3 Juli 2020 sampai dengan 22 Juli 2020 dan semua tersangka telah dilakukan cek kesehatan demi mengikuti protocol Covid-19,” kata Nawawi.

Diketahui ISM yang menjabat sebagai Kutai Timur merupakan suami dari EU yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur. Saat ditangkap, keduanya tengah berada di Jakarta.(Ero/SBS)

You might also like
Comments
Loading...