Fahmina Institute dan SMA Mathla’ul Anwar Gelar Seminar Nasional Tentang Literasi Digital

Para pemateri memberikan paparan dihadapan peserta seminar. (Foto : Atih/SBS)

Pandeglang,(18/12/2018)- SatuBanten.com- Fahmina Institute dan SMA Mathla’ul Anwar (MA) Menes menyelenggarakan acara Seminar Nasional tentang literasi digital. Acara yang bertajuk “Berjamaah Menangkal Ujaran Kebencian dengan Literasi Digital”  itu dilaksanakan pada Selasa, (18/12), di Aula SMA MA, Menes, Pandeglang. Puluhan siswa-siswi SMA hadir dalam acara tersebut.

Peserta yang hadir berjumlah 31 orang yang berasal dari empat sekolah menengah atas di Pandeglang. Puluhan siswa tersebut berasal dari SMA MA Menes, Madrasah Aliyah MA Pusat Menes, SMA Plus Malnu Menes, dan Madrasah Aliyah Nurul Amal Menes.

Kepala Sekolah SMA MA Menes, Muhammad Chusnul Mubaroq menyambut baik acara itu. Ia berharap dengan acara ini dapat meningkatkan kesadaran para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Saya sangat mengapresiasi, semoga ke depannya diadakan acara-acara seperti ini juga meski di tempat yang berbeda,” ucap kepala sekolah yang pernah menjadi penyiar radio tersebut.

Atih Ardiansyah, Penulis dan Dosen FISIP Unma Banten adalah  narasumber acara Seminar Nasional Tersebut. Ia memaparkan bahwa kehadiran internet dan segala jenis perangkatnya telah membuat manusia menjadi makhluk yang ketergantungan oleh Artificial Intellegence.

“Jika Anda dalam perjalanan dan nyasar, Anda akan bertanya ke orang yang lewat atau lihat google maps?” ujarya.

Selain itu, Atih menambahkan penggunaan internet dapat mereduksi sisi humanisme seseorang. Seringkali seseorang menulis status tanpa menyinggung seseorang tapi berharap orang yang dimaksud dapat peka terhadap apa yang ditulisnya.

“Ini kan komunikasi tingkat tinggi. Seperti juga Anda duduk berdekatan dengan seseorang, tapi tidak berbincang langsung malah mengirim pesan melalui WhatsApp,” ungkapnya.

Yang mesti diwaspadai, tambah Atih, adalah maraknya ujaran kebencian di media sosial. Perilaku ini dilakukan didasarkan pada banyak faktor, tetapi disinyalir, terutama di kalangan siswa, karena ketidaktahuan. Untuk itu, acara ini terbilang penting bagi siswa dalam upaya mengantisipasi dampak buruk ujaran kebencian dan upaya mengoptimalkan media sosial secara sehat dan positif.

Di akhir acara, para peserta membubuhkan tulisan tanda tangannya dalam sehelai kain berukuran 1 x 4 meter. Tulisan tersebut merupakan deklarasi dukungan untuk menangkal ujaran kebencian. ( Sbs/011/Rls )

You might also like
Comments
Loading...