Enam Kali Diguncang Gempa, Warga Sarmi Dihimbau Tak Bangun Rumah di Pantai

Jayapura (23/06/2019), Satubanten.com – Warga Kabupaten Sarmi, Papua dihimbau untuk mengungsi dan tidak lagi membangun rumah di pinggir pantai. Bupati Sarmi, Edward Fonataba meminta hal tersebut karena wilayah tersebut rawan gempa.

“Pemda sudah sering kali mengimbau warga agar tidak lagi mendirikan rumah di pinggir pantai dan bagi yang sudah memiliki rumah di pantai diminta pindah ke darat,” kata Bupati Fonataba seperti dilansir Antara, Minggu (23/6/2019)

Bupati Fonataba mengatakan, gempa berskala 6,3 SR yang terjadi Kamis dini hari (20/6) menyebabkan sejumlah rumah penduduk yang berada di kampung Togonfo, Distrik Iswari (pecahan dari Distrik Tor Atas) dan kampung Manukania, Distrik Sarmi Selatan mengalami kerusakan.

Ada 240 jiwa terpaksa mengungsi dan tidur di luar rumah mereka, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Ada 90 jiwa dari 12 kepala keluarga di Kampung Togonfo Distrik Ismari tersebut berswadaya mendirikan pondok-pondok sebagai tempat pengungsian,” kata Welliam, Sabtu (22/6/2019) seperti dilansir Antara.

Menurut catatan BMKG, gempa terjadi pukul 14.04 WIB, Minggu (23/6/2019). Pusat gempa ada di koordinat 2,87 Lintang Selatan dan 140,09 Bujur Timur dengan kedalaman gempa sejauh 34 Km.

Pemda Sarmi sudah mengirim bantuan bahan makanan dan beberapa kebutuhan warga. Warga mengungsi di keluarga yang rumahnya tidak rusak atau mendirikan pondok-pondok di sekitar rumah mereka.

“Bantuan sudah diberikan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa,” kata Bupati Fonataba. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...