Enam Bulan Paska Banjir Bandang, Warga Cigobang Belum Dapat Kepastian Bantuan Hunian

Lebak (6/06/2020), Satubanten.com – Banjir bandang yang menerjang daerah Bogor dan Lebak awal bulan Januari 2020 masih meninggalkan luka mendalam. Terutama bagi warga AFC Kampung Cigobang.

Pasalnya sudah berjalan enam bulan setelah bencara, warga belum mendapat kepastian perihal bantuan pembangunan rumah tinggal. Padahal, di kampung Cigobang terdapat 1 RT pemukiman warga yang tertimbun longsor.

Ustad Dadi salah satu tokoh pemilik pesantren di Cigobang mengatakan bahwa warga yang rumahnya tertimbun longsor saat ini tinggal di hunian sementara (huntara). Warga tinggal di huntara tersebut sejak posko pengungsian Ciuyah resmi ditutup.

“Pokoknya sejak dari Ciuyah itu, warga yang rumahnya hancur pada tinggal di huntara. Itu sejak pada pulang dari Ciuyah, saya sama warga hampir tiap hari bangun satu per satu rumah,” tuturnya.

Hingga saat ini memang terdapat 4 komplek huntara. Keempat komplek huntara tersebut dibangun di samping ruas jalan alternatif Cigobang (Banten) – Cileuksa (Bogor).

Sementara itu Sarimin ketua RT.04 mengatakan bahwa saat ini bantuan huntata merupakan satu-satunya pilihan warga. Karena belum ada kejelasan bantuan hunian dari pemerintah. Sedangkan huntara yang saat ini ditempati warga merupakan hasil donasi dari para relawan.

“Ya walaupun huntara ini sudah pada bolong karena dari terpal, kalau panas ya kepanasan kalau hujan ya kebocoran, tapi nggak ada piliha lain. Ada huntara dari bantuan para relawan ini sudah bersyukur, sambil menunggu kejelasan tindak lanjut bantuan rumah dari pemerintah,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...