Ekonomi Banten Triwulan II Terkontraksi, Tumbuh Terendah Kedua di Jawa

Serang, Satubanten.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, pada triwulan II ekonomi Banten mengalami kontraksi atau penurunan terdalam kedua untuk wilayah Jawa yakni sebesar -7,40 persen. Dibawah  DKI Jakarta yakni sebesar -8.22 persen. Penurunan tersebut sejalan dengan kontraksi ekonomi nasional sebesar 5,32 persen.

“Setelah tumbuh 3,09 persen pada triwulan I, kini pada pada triwulan II mengalami kontraksi, dan ini memang sejalan dengan kontraksi di nasional sebesar 5,32 persen,” ujarnya saat memberikan keterangan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Provinsi Banten, melalui Zoom Meeting , Selasa (15/9/2020).

Erwin menjelaskan, menurunnya ekonomi Banten disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dari pangsa ekonomi sektoral yang meliputi Industri, Perdangangan dan Kontruksi. Untuk Sektor Industri mengalam penurunan  sebesar 9,11 persen. “Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan ekonomi Negara mitra dagang utama, yang berpengaruh terhadap penurunan permintaan ekspor produk utama Provinsi Banten,” terangnya.

Sementara itu, kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, yang kemudian menahan konsumsi masyarakat yang berimbas pada konsumsi masyarakat membuat sektor perdagangan terkontraksi sebesar -5,77 persen.

“Untuk sektor konstruksi di Banten mengalami penurunan sebesar -5,84 persen, ini karena adanya refocusing anggaran, yang kemudian menyebabkan tertundanya beberapa pembangunan proyek pemerintah,” imbuhnya.

Meski demikian, untuk triwulan III 2020, BI memperkirakan  bahwa ekonomi Provinsi Banten akan mengalami perbaikan. Hal ini didorong dengan membaiknya ekonomi Negara mitra dagang, dan akan mendorong permintaan ekspor produk utama Banten. Penerapan Kebijakan New Normal juga mulai mendorong perbaikan level konsumsi.

“Ekspor alas kami diperkirakan akan meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian Uni Eropa atau mitra dagang utama pasca lockdown di triwulan II. Disisi lain, ekspor antar daerah juga meningkat didorong oleh membaiknya konsumsi daerah,” ucap Erwin.

Selain itu menurut Erwin, proyek yang sempat dihentikan pada triwulan I dan II, kembali dibangun pada triwulan III 2020,  seperti progress pembangunan tol Serang-Panimbang. serta beberapa pembangunan proyek swasta besar masih berlanjut pada triwulan III. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...