Edukasi Masyarakat, BIRD Gelar Diskusi Publik Jelang Pilpres

Serang, (29/11/2018) Satubanten.com,- Jelang perhelatan pemilihan presiden 2019, Banten Institut For Regional Development (BIRD) mengadakan acara diskusi publik bertema “Berkompetisi atau Berperang”, menghadirkan Prof. Dr. Lili Romli M.Si peneliti LIPI sekaligus Direktur Eksekutif BIRD dan H. Makmun Muzakki anggota DPRD Provinsi Banten bertempat di Markas ATN Ciracas, Kamis (29/11).

Menurut Lili, masyarakat harus bisa memahami bagaimana dunia politik yang sebenarnya terjadi ditenggah maraknya berbagai isu dan tantangan pilpres saat ini.

“Masyarakat harus sadar akan tantangan dan figur serta program dari para kandidat capres,” ujar Lili yang saat ini menjabat sebagai Ketua ICMI Banten.

Lebih lanjut Lili menjelaskan, bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar dan program dari para calon. “Pilpres ini harus menarik pemilih dengan cerdas, berbagai macam cara dilakukan seperti debat, deklarasi dan kampaye yang1 dilakukan oleh calon legislatif atau pilpres bersama timnya, harus bisa memikat pemilih agar suasana antar pendukung tidak panas,” ungkap Lili.

Sementara itu, Makmun Muzzakki mencemaskan kerasnya persaingan politik dalam pemilihan Presiden yang sangat berpengaruh kepada berbagai lapisan masyarakat. “Masyarakat harus bisa memilah dan harus membuat keputusan yang tepat untuk bisa menghindari perpecahan dan pertikaian hanya karena berbeda pilihan,” ujar Makmun.

Menurut Makmun, yang terpenting dalam Pemilu itu partisipasi (Vote) dalam mencoblos pilihannya. “Masyarakat harus aktif memberikan suara dan tidak golput serta harus berkewajiban menyalurkan pilihnya masing-masing, hanya saja dalam mendukung pilihannya harus tetap berkepala dingin,” ujarnya Makmun.

Para pembicara sepakat bahwa ada banyak permasalahan dalam kampanye saat ini namun semua pihak harus tetap rasional.

Partisipan, penyelenggara dan peserta pemilu harus menunjukkan kelasnya. Pesta demokrasi ini harus bergembira bukan menjadi kaku serta menimbulkan kecemasan.

Makmun Muzakki menambahkan bahwa dengan banyaknya TPS dan jumlah kertas suara membuat kecemasan akan kecurangan dapat saja terjadi. “Dengan bertambahnya jumlah TPS ini, kinerja dari petugas untuk bekerja sebaik mungkin dan warga harus aktif,” ujar Makmun.

Menurut Nurdin selaku panitia penyelenggara mengatakan bahwa diskusi publik ini diadakan agar masyarakat bisa lebih cerdas lagi dalam menghadapi politik di Indonesia.

“Indonesia yang berbasis negara Demokrasi harus bersaing dengan menunjukkan langkah yang sehat dan berintegritas, bukan bersitegang apalagi berperang tapi menjadikan Pilpres ini ajang untuk pesta Demokrasi,” ujar Nurdin. (SBS/Shinta)

You might also like
Comments
Loading...