Edi Rosadi, Makin Tua Makin Menjadi

Berjalanlah ke daerah Serang, saat melewati daerah pertigaan depan Rabeg Asnawi Khas Serang menuju alun – alun Serang, ada seorang kakek tua dengan seragam khas Satgas. Kakek tersebut tidak sedang melakukan aksi Cosplay dengan seragam Satgas tersebut. Jangan tertipu dengan perawakannya yang telah lewat paruh baya. Sejak pagi hingga sore hari kakek tersebut aktif mengatur lalu lintas di jalan tersebut.

Nama lengkapnya adalah Edi Rosadi. Usianya kini telah masuk kepala tujuh, cukup tua untuk ukuran seorang kakek yang tetap tegar di hadapan ganasnya aspal jalanan. Ia mempunyai 3 orang anak, namun kini anak-anaknya telah dewasa dan tinggal bersama keluarga kecil mereka. Sedangkan Kakek Edi hidup berdua dengan istrinya di Kaloran Madrasah, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang. Tapi itu dulu sebelum Iyah Husniah, istri tercintanya meninggal karena terjatuh di kamar mandi 3 tahun yang lalu.

Iyah Husniah, adalah istri kedua Kakek Edi setelah biduk keluarga yang ia bangun dengan istri pertamanya kandas. Tuhan memang tidak pernah membiarkan menderita hamba yang baik hatinya. Dan hadirlah Iyah Husniah di sisi Kakek Edi, menemani hari-harinya kala sendiri. Sehari – hari, Iyah menyajikan sarapan kala pagi sebelum Kek Edi beranjak pergi. Di malam hari, Iyah adalah tempat berlabuh Kek Edi melepas lelah dan penat dari jalanan yang padat.

Namun pada sekira tahun 2015, Iyah istri Kek Edi tercinta tersebut sakit. Iyah yang selalu menyiapkan sarapan bagi kek Edi terbaring lemah. Kek Edi lalu berganti peran dengan istri tercintanya itu. Sebelum berangkat ‘dinas’, Kek Edi menyiapkan sarapan bagi istrinya, merawatnya dengan penuh kasih sayang. Namun rupanya Allah lebih sayang dengan Istrinya tersebut. Di tahun tersebut istrinya kembali ke sisi Allah.

Kakek Edi tetap tegar tak pernah gentar, selepas luka dan duka, di jalanan ia tetap gahar. Apa yang dilakukan Kek Edi rupanya mencuri perhatian bukan hanya orang – orang yang melintas di jalanan tersebut tapi juga pemerintah. Salah satu sepeda yang ia gunakan adalah hadiah langsung dari presiden Jokowi saat berkunjung ke daerah Serang pada masa kampanye. Di tahun 2017 Kapolda Banten juga menganugerahi penghargaan kepada Kakek Edi Rosadi atas dedikasinya mengatur kelancaran lalu lintas.

“Kerja tu ikhlas, (meski) nggak ada yang gaji. Kalau dari pemerintah itu istilahnya mendukung, buat uang jajan gitu,” ucap Kakek Edi.
Meski tidak ada gaji tetap untuk kakek Edi, namun sehari-hari ada saja orang-orang yang memberikan uang ketika dibantu oleh kek Edi. Sehari biasanya Kek Edi bisa mengantongi uang sejumlah Rp. 50.000 hingga Rp. 70.000. Dari uang tersebut, Kek Edi mencukupi kebutuhan sehari-harinya termasuk untuk kontrakan.

Dalam salah satu sajaknya, Seno Gumira Ajidarma pernah pernah berkata, “Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.” Tapi itu mungkin tak akan cocok menggambarkan sosok tua, namun jauh dari kata renta. Kakek Edi Rosadi adalah adalah jiwa muda yang dibalut raga paruh baya. Kakek Edi Rosadi adalah wujud nyata dari sosok yang makin tua makin berguna. Kakek Edi Rosadi, makin tua makin menjadi. (SBS32)

You might also like
Comments
Loading...