Dugaan Pungli Di SDN Pondok Puncung 2, Sudah Mulai Diproses Oleh Pihak DPRD Tangsel

Tangerang (04/07/2019) Satubanten.com,- Adanya laporan dugaan pungutan liar (pungli) di SDN Pondok Puncung 2, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel mulai digali anggota legislatif setempat.

Komisi II DPRD Kota Tangsel memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Kepala Sekolah SDN Pondok Pucung 2, serta perwakilan komite sekolah, Rabu (3/7/2019).

“Tadi kita diminta keterangan, yang pertama itu adalah apakah benar adanya pungli di sekolah. Kita melihat ini tidak parsial, berarti semua sekolah yang ada di Kota Tangsel,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel.

Ditanya soal dugaan pungli berupa dana untuk pembelian buku, iuran kegiatan komputer, instalasi proyektor (infocus), dan kegiatan sekolah di SDN Pondok Pucung 2 sebagaimana diungkap Rumini mantan guru honorer di sekolah tersebut, Syawqi mengatakan harus dibedakan antara pungutan dengan sumbangan.

Namun, pihaknya mengatakan masih akan mendalami dugaan pungli tersebut dalam rapat triwulan Komisi II pekan depan.

” Kami sudah mengambil kesimpulan soal pungutan instalasi proyektor. Menurut pengakuan dari Kadindikbud, itu tidak ada biaya pemasangan. Nanti kita bawa lagi di rapat triwulan hari Senin besok,” jelasnya 

Sudah dibahas didalam rapat hari itu, pihaknya akan meminta laporan terkait penggunan dana BOS dan BOSDA tahun 2017 dan 2018.

Selain itu Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono menjelaskan, bahwa dirinya juga tengah melakukan pemeriksaan. 

” Dari pihak Dindik juga sudah diajukan pemeriksaan. Inspektorat didampingi BKPP. Pemeriksaannya kita tunggu saja hasilnya,” jelasnya. 

Saat ditanyakan terkait alokasi penggunaan dana BOS, Taryono mengaku bahwa tak ada persentase yang mengatur terkait penggunaan dana BOS. 

“Sudah dianggarakan dalam BOS pengadaan buku, buku siswa ditanggung BOSDA, sedikitpun ga ada persentase untuk kita, semua buku pelajaran real dari pemerintah semua, digratiskan,” tutupnya. (sbs09/dari)

You might also like
Comments
Loading...