Dua Warga Tegal Longok Pandeglang Dibangunkan “Rissa”

Pandeglang, (06/12/2019)- Satubanten.com- Dua warga kurang mampu di Desa Tegal Longok Kecamatan Koroncong dibangunkan Rumah Instan Sehat Sederhana (Rissa), dari program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten. Hal ini terungkap saat kunjungan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Al Muktabar dan Bupati Pandeglang Irna Narulita ke lokus stunting, Jum’at (6/7/2019).

Dua warga yang mendapatkan bantuan rumah Rissa yaitu pasangan Ahmad Rojikin dan Sopiati, Satiri dan Umsah. Dua keluarga itu memang tergolong tidak mampu ditambah anak – anak nya tergolong kedalam balita stunting.

Sopiati istri dari Rojikin mengucapkan terimakasih atas dibangunkan nya rumah oleh Pemerintah.”Terimakasih pak Sekda dan Ibu Bupati telah membantu kami mulai dari rumah hingga kesehatannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten Yanuar mengatakan, rumah Rissa ini produk asli dari Perkim Banten yang sudah teruji di Penelitian Pengembangan (Litbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).”Sudah teruji kualitasnya, cepat dalam pembuatannya dan tahan gempa,” tuturnya.

Yanuar juga menjelaskan, yang mengerjakan pembangunan Rissa ini tidak sembarangan harus tenaga ahli khusus. “Yang mengerjakannya harus tenaga ahli dan bersertifikat,” imbuhnya.

Sementara tenaga ahli yang mengerjakan Rissa, Masril Effendi mengatakan, untuk mengerjakan rumah ini menghabiskan waktu hanya 14 hari. “Erekting dua hari kalau tanah nya sudah rata, jika belum paling tiga hari. Jika sampai serah kunci nambah sehari jadi 15 hari,” ungkapnya.

Tetkait sertifikasi yang harus dimiliki oleh teknisi dalam pembangunan Rissa, Masril Effendi membenarkan jika dirinya mendapatkan pelatihan khusus oleh tim aplikator.”Saya dilatih oleh aplikator dari Bandung, dan mendapatkan sertifikat khusus,” jelasnya.

Walaupun termasuk cepat dalam pembangunan Rissa, namun, menurut Masril tetap saja ada kendala jika lokasinya jauh dari jalan raya. “Kita kalo lokasinya didalam suka kesulitan saat membawa material yanh akan digunakan,” tutupnya. (Sbs/011/Rls)

You might also like
Comments
Loading...