Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

DPC Pertuni Kota Serang Sosialisasikan Hak Tunanetra Kepada Masyarakat

Serang (27/01/2020) SatuBanten.com – Peringati hari ulang tahun (HUT) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang ke 54, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pertuni Kota Serang lakukan sosialisasi Tunanetra kepada masyarakat. Selain itu terdapat beberapa rangkaian kegiatan untuk meramaikan HUT Pertuni itu.

Belasan penyandang tunanetra aktif mengikuti kegiatan, salah satunya kegiatan rally tongkat. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan berjalan menggunakan tongkat sesuai dengan arahan salah satu panitia yang bertugas untuk menuju pos-pos yang ada.

Dalam pos tersebut, mereka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan penggunaan tongkat, manfaatnya dan bagian-bagian tongkat. Menciptakan kekompakan dari setiap kelompok yang terdiri dari berbagai usia.

Bahkan, mereka disimulasikan untuk bagaimana mencari barang yang jatuh. Dalam hitungan 5 detik, mereka dapat menemukan barang jatuh di sekitarnya dengan menggunakan perabaan tangan maupun kaki.

Ketua DPC Pertuni Kota Serang, Jumri, mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, bukan hanya memperingat HUT Pertuni yang ke 54 saja. Akan tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyandang Tunanetra pun bagian dari masyarakat.

“Jadi kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan penyandang Tunanetra. Bagaimana hak-hak penyandang Tunanetra,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini ruang publik juga masih terasa tidak ramah terhadap para penyandang Tunanetra. Karena, salah satu fasilitas penunjang Tunanetra, yaitu Guiding Block, masih belum maksimal keberadaannya.

“Jadi Guiding Blocknya sudah ada. Namun masih tidak memenuhi standarnya. Ini yang kami rasa masih belum ramah pembangunannya terhadap Tunanetra,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengomentari terkait dengan pelayanan publik baik dari instansi pemerintah maupun instansi swasta seperti Bank masih belum melirik hak penyandang Tunanetra di Kota Serang.

“Itu masih kurang yang namanya sosialisasi mengenai hak para penyandang Tunanetra. Itu sosialisasi yang seharusnya ada di Kota Serang,” katanya.

Ia pun berharap Pemkot Serang dapat lebih memperhatikan aksesibilitas para penyandang Disabilitas, khususnya Tunanetra. Karena, lanjut Jumri, penyandang Disabilitas pun merupakan warga Kota Serang yang memiliki hak untuk hidup layak dan bermobilitas.

“Yah minimal jangan lah kalau memang sudah ada Guiding Block, itu malah dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan. Pemkot harus menindak tegas. Karena itu merupakan fasilitas aksesibilitas masyarakat penyandang Tunanetra,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pertuni juga memberikan bantuan berupa alat bantu Tunanetra berbentuk tongkat, untuk para anggota Pertuni Kota Serang. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...