Dorong Program Gratieks, Karantina Pertanian Cilegon Cegah Suap Dengan SMAP

CILEGON, Satubanten.com — Kualitas komoditas Ekpors menjadi faktor penting dalam transaksi ekpor impor. Kualitas komoditas yang bagus, akan membuat konsumen barang ekspor dari Indonesia menjadi tertarik untuk memperpanjang permintaan.

Hal inilah yang dilakukan oleh Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Kota Cilegon. Sebagi salah satu lembaga Fumigator, BKP Cilegon berkomitmen untuk mendukung Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (gratieks) Kementerian Pertanian.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, A. M. Adnan mengatakan bahwa target ekspor Barantan di tahun 2020 mencapai Rp 451 triliun sedangkan saat ini target Barantan meningkat menjadi Rp 550 triliun.

“Oleh karena itu, pihak eksportir maupun fumigator untuk berkomitmen dalam menjaga kualitas produknya. Kualitas yang dimaksud adalah menjaga produk berserta persyaratannya, termasuk fumigasi sesuai standar Barantan untuk menjaga mutu kualitas dan keamanan pangan dan pakan serta produk non pangan dan pakan,” tutur Adnan, dilansir melalui kanal informasi BKP Cilegon, Senin (22/02).

Adnan mengatakan bahwa fumigan yang sering digunakan adalah metil bromida (CH3Br) dan fosfin (PH3). Dalam pelaksanaanya perlakuan fumigasi dilakukan oleh pihak lain yang terdaftar di Badan Karantina Pertanian wilayah layanan Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu, Arum Kusnila Dewi selaku Kepala Karantina Pertanian Cilegon mentakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya integrasi pelayanan untuk meningkatkan kualitas produk ekspor. Selain memaksimalkan proses fumigasi produk atau komoditas, pihaknya juga mengoptimalkan layanan untuk mencegah adanya suap dan kecurangan.

“Untuk menjaga kualitas produk dan persyaratan lain seperti fumigasi, Karantina Pertanian Cilegon akan melakukan pendampingan, audit dan pembinaan serta memberikan layanan perkarantinaan secara cepat cermat akurat (CCA) dan juga diimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP),” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...