Dollar Naik, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Serang (22/12/2014), SatuBanten – Melemahnya nilai tukar rupiah, berimbas pada harga kedelai yang hingga saat ini masih diimpor dari luar negeri sebagai bahan pembuat tahu dan tempe. Hal ini, membuat industri tersebut harus memutar otak, agar tetap bisa menjalankan bisnisnya.

Salah satu solusi dari tingginya harga bahan baku adalah dengan cara memperkecil ukuran tahu dan tempe. Salah seorang pedagang tahu dan tempe Pasar Rau, Kota Serang, hanya bisa pasrah dengan ukuran produk dagangannya yang semakin kecil.

“Mau bagaimana lagi, biasanya ukurannya gak sekecil ini. Dengan ukuran seperti ini, saya bingung menjelaskannya kepada pelanggan saya,”Ungkap Fatimah, pedagang tempe kepada SatuBanten, Ahad (21/12/2014)

Fatimah berharap, agar permasalahan ini secepatnya diselesaikan. karena, bila berlarut-larut, bukan saja merugikan dirinya tapi semua pihak dari penyedia bahan kedelai hingga konsumen.

Sementara itu, Solihn pemilik Warung Tegal di Kramat Watu mengeluhkan kecilnya ukuran tempe dengan harga sama seperti sebelumnya.

“Serba sulit saat ini, mau jualan apa saja pasti mahal. Susah menjelaskannya pada pelanggan. Walaupun harga gak naik, tapi kalau ukurannya kecil seperti ini. Ya, sama saja bohong.” ketusnya. (Ahmad/B01)

You might also like
Comments
Loading...