DJKN Kanwil Banten Turut Menginspirasi Siswa SD Melalui Program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 Kota Serang

Serang, (04/11/2019), Satubanten.com – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten turut menginspirasi siswa SD melalui Program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 Serang. Program Kemenkeu Mengajar sendiri merupakan program tahunan yang kini telah memasuki tahun ke-4, dilakukan serentak secara nasional dan merupakan bagian dari perayaan Hari Oeang ke-73.

Secara Nasional, Program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 ini dilakukan di 61 Kota, 29 Provinsi, dan 159 SD serta menyentuh lebih dari 47.794 murid SD. Untuk Kota Serang, program KM4 ini dilakukan di dua SD yakni SD Negeri Lialang di Jl. Wana Citra, Lialang, Kec. Taktakan, Kota Serang, dan di SD Negeri  Parumasan di daerah Kalang Anyar, Taktakan, Kota Serang.

Menurut Nuning Sri Rejeki Wulandari selaku Kepala Kanwil DJKN Banten, pelaksanaan KM4 Serang sendiri awalnya akan dilakukan di beberapa SD yang merupakan rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Namun karena keterbatasan jumlah relawan, maka pada KM4 Kota Serang kali ini hanya dilakukan di dua SD saja.

“Untuk pelaksanaan Kemenkeu Mengajar ini memang beda-beda tiap daerah, seperti tadi saya lihat di Maluku Utara itu ada 2, kemudian mungkin di Bandung ada 3, jadi tidak sama tergantung dari ketersediaan sekolah, dan yang paling penting adalah ketersediaan relawannya,” kata Nuning.

BACA JUGA : Hari Oeang Republik Indonesia ke-73, DJKN Banten Gelar Lelang Awards 2019

Secara keseluruhan, ada 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Keuangan yang terlibat dalam agenda Kemenkeu Mengajar (KM) 4 Kota serang ini. Jumlah tersebut terdiri dari pengajar dan dokumentator kegiatan. Relawan ini bukan hanya dari Kanwil Banten saja, namun dari berbagai daerah seperti daerah Metro, Jakarta, Bekasi, Bandung dan lain sebagainya.  Total secara nasional ada 3.700 ASN Kemenkeu di seluruh Indonesia yang terlibat dalam agenda Kemenkeu Mengajar (KM) 4 ini.

“Yang kami kadang-kadang suka kesulitan, biasanya banyak SD yang berminat untuk program Kemenkeu Mengajar ini, tapi ternyata kami keterbatasan relawan. Kami selaku perwakilan daerah, sebenarnya ada rekomendasi 6 sekolah dari Dinas Pendidikan. Tapi karena keterbatasan relawan akhirnya kami pilih 2. Untuk relawan, di SD Lialang ada 14 sedangkan sisanya di SD Parumasan,” imbuhnya.

Relawan Pengajar Program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 di SD Negeri Parumasan (Foto : SBS032)

Dalam proses mengajar, para relawan pengajar program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 ini tidak mengajarkan materi-materi pelajaran seperti biasanya. Namun, materi yang dibawakan adalah pengenalan kementerian keuangan secara umum dan beberapa bagiannya seperti Bea Cukai, Pajak, Kekayaan Negara. Materi ini tentu dikemas dengan cara yang menyenangkan, diselingi dengan nyanyian dan permainan.

“Tadi cukup seru ya di kelas, cuman kalau saya keterbatasan waktu tadi. Jadi kalau mengajar ini saya juga suka, kadang mengajar di anak SMA juga anak kuliahan, itu kalau mereka bisa faham atau tahu, minimal tahu aja sedikit itu ada kepuasan tersendiri. Saya berharap nantinya ada perhatian dari pemerintah dan kerja sama juga dari orang tua untuk dapat mendorong siswa agar lebih baik lagi,” imbuhnya.

BACA JUGA : DJKN Banten Gelar Seminar Terkait APBN 2020 Ditengah Isu-isu Startegis Daerah

Total kelas yang diajar, untuk di SD Lialang ada 6 kelas terdiri dari kelas 4 hingga kelas 6 A dan B. Sedangkan di SD Parumasan juga berjumlah 6 kelas yang diajar dari kelas 1 hingga kelas 6. Kedua SD mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah SD Lialang, Pujiningsih.

“Kami tentu merasa bangga dan bersyukur bisa terpilih untuk program Kemenkeu Mengajar ke 4 ini, dan itu merupakan kehormatan buat (SD) kami. Oleh karena itu kami berharap, program Kemenkeu Mengajar ini dapat terus berlanjut dan apa yang disampaikan para relawan dapat menginspirasi dan memotivasi para siswa,” tuturnya.

Sementara itu bagi SD Negeri Parumasan, kedatangan para Relawan Program Kemenkeu Mengajar (KM) 4 ini merupakan pengalaman baru bagi siswa. Seperti dikatakan oleh Mad Yani selaku Kepala Sekolah SD Negeri Parumasan. Dengan adanya pengajaran yang variatif dari berbagai bidang profesi yang ada di Kementerian Keuangan, siswa mendapat pengetahuan dan pengalaman baru.

“Ini tentu menjadi pengalaman baru bagi siswa, yang biasanya belajar sesuai buku sekarang mendapat hal baru. Dari mereka para relawan kan tupoksinya berbeda beda, itu tentu memberikan pengetahuan baru bagi siswa. Kami tentu merasa bersyukur dan berterima kasih pada para relawan yang sudah berbagi pengalaman, yang datang jauh-jauh dari Bandung, Jakarta dan lain sebagainya. Semoga kedepan makin banyak sekolah yang bisa disinggahi,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...