DJKN Kanwil Banten Peringati Hari Oeang ke-72, Sekda Kota Tangerang : Uang Akan Tinggal Kenangan

Tangerang, 28 Oktober 2018

DJKN Kanwil Banten Peringati Hari Oeang ke 72. Sekda Tangerang : Uang Akan Tinggal Kenangan. Pola hidup Less Cash Society (LCS) Semakin Marak. GPN Jadi Landasan Berjalannya Pola Hidup LCS

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten melaksanakan peringatan hari Oeang yang ke 72 pada hari Minggu (28/10) di Kantor Walikota Kota Tangerang. Kegiatan dimulai dengan acara jalan sehat sepanjang 2,5 kilometer dan dilanjutkan dengan senam sehat dan bagi-bagi doorprize serta hiburan lainnya. Rombongan jalan santai dilepas langsung oleh Sekda Kota Tangerang, Dedi Budaeri.

“Ini kalau mendengar do’anya yang panjang tadi, sepertinya sayang kalau jalannya hanya 2,5 kilometer saja, harusnya ditambah. Kemudian dalam perayaan hari oeang yang ke – 72 ini, saya kira nantinya kita akan merasakan bahwa uang akan tinggal kenangan, ya digantikan dengan uang elektronik dan lain sebagainya,” tutur Dedi.

Sedianya acara jalan sehat tersebut akan dilepas oleh Walikota Kota Tangerang, namun karena berhalangan datang untuk melepas akhirnya Dedi menggantikan posisi Walikota untuk sementara. Uang yang menurut Dedi tinggal kenangan tersebut memang sudah mulai terasa gejalanya beberapa tahun terakhir. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Banten, Tedy Syandriadi. Menurutnya yang dimaksud  oleh Sekda tersebut adalah kondisi dimana uang cash sudah tidak lagi digunakan.

“Jadi mungkin maksudnya, di perbendaharaan itu sudah tidak lagi memakai uang cash, tetapi langsung kepada pemakaian-pemakaian yang cash less. Nggak pakai lagi uang cash, semua pembayaran sudah melalui rekening-rekening,” tutur Tedy.

Baca Juga : DJKN Kanwil Banten Rayakan Hari Oeng Ke-72 Dengan Jalan Sehat dan Galang Donasi

Dalam dunia pergaulan masa kini, keberadaan uang secara fisik (cash) memang sudah semakin diminimalisir. Hal ini terkait pada resiko yang besar saat membawa uang fisik, terutama dalam jumlah besar. Bank Indonesia dalam hal ini sebagai sentral pengatur keuangan kemudian menggulirkan ide untuk menerapkan pola transaksi dengan menggunakan uang virtual atau elektronik. Bahkan pola tersebut didorong untuk menjadi suatu bentuk gaya hidup yang kini lazim disebut dengan Less Cash Society (LSC).

Dalam penerapannya, BI menggandeng kalangan mahasiswa dalam hal ini Universitas Indonesia dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut. Beberapa keuntungan yang disasar dari penerapan pola transaksi LSC ini pertama, transaksi tunai akan lebih teratur. Kedua, dengan sistem yang saling terkoneksi pedagang tidak perlu repot dengan uang kembalian. Penerapan uang elektronik juga diyakini akan mengurangi jumlah uang fisik yang beredar di masyarakat dan dengan demikian juga dapat meminimalisir peredaran uang palsu.

Untuk mendukung sistem tersebut, Bank Indonesia juga baru-baru ini merilis sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sistem yang memungkin interkoneksi antar bank di Indonesia ini diyakini mampu menjadi dasar penopang LSC dan sekaligus menjadi sistem penjaga ketahanan keuangan negara. GPN memungkinkan pemrosesan transaksi tidak lagi dikelola oleh pihak swasta, namun dikelola langsung oleh negara sehingga menghemat biaya proses transaksi yang nilainya cukup besar. Menurut Kepala Divisi Sistem Pembayaran Bank Indonesia Perwakilan Banten, Erry P. Suryanto, penerapan sistem GPN memungkinkan Negara menghemat hingga RP 17,74 miliar biaya transaksi.

Baca Juga : Dukung Negara Berhemat Hingga 71% Dengan GPN

Dalam perayaan Hari Oeang ke 72 ini, Tedy Syandriadi menegaskan pentingnya menjalin sinergi antar lembaga dan SKPD untuk memperkuat tata kelola keuangan yang baik. Sinergi ini juga akan menjadi dasar yang kuat untuk dapat mengatasi tantangan yang akan dihadapi di era yang akan datang. Serta dapat meningkatkan  standar yang kukuh bagi peningkatan aktifitas yang tertata, andal dan dapat dibanggakan dalam pengelolaan.

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

You might also like
Comments
Loading...