Ditutup Pukul 05.00 Pagi, Berikut Keterangan Saksi Ahli Kubu 01 Dalam Sidang MK

Jakarta (20/06/2019), Satubanten.com – Sidang ketiga sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi akhirnya ditutup Kamis (20/06) pada pukul 05.00. Saksi ahli IT dari kubu paslon 02 Prabowo-Sandi menjadi penutup sidang tersebut. Saksi ahli IT yakni Ahli biometric software development, Jaswar Koto menerangkan tentang adanya dugaan kesalahan dalam situs Situng KPU.

“Saya mencoba menganalisa situng itu sendiriapakah disitu informasinya betul-bertul valid. Jadi saya sudah jelaskan ada kesalahan dengan pola yang sama. Karena kesalahannya model begitu, jadi saya berpikir, oh kalau yang 01 ditambah dan 02 dikurangkan apa itu kesimpulan saya, jadi 01 ini sebenarnya mempunyai suara yang kurang sebenarnya. Bagaimana menambahkan, ya tambahkanlah itu, nah baru saya masuk ke C1 nya itu,” tutur Jaswar.

Selain Jaswar Koto, Saksi ahli 01 yang lain yaitu Soegianto Sulistiono. JIka Jaswar menganalisa Data Situng dan Forensik C1 yang dimunculkan situng, maka Soegianto Sulistiono menganalisa kecocokan antara angka yang muncul dengan ketersediaan screenshoot C1 di situs situng tersebut.

“Setelah saya mengalisa situs situng ternyata saya menemukan ribuan data yang invalid. Yang menarik adalah data pada tanggal 1 Bulan Mei itu saya menemukan 57 ribu data yang saya sebut sebagai data invalid sesuai dengan kroiteria yang sudah saya sebutkan termasuk yang C1nya nggak ada,” kata Soegianto.

Namun demikian pihak pemohon meragukan kompetensi saksi ahli di bidang pemilu. Hal ini terjadi lantaran banyak pertanyaan yang tidak bisa diterangkan oleh saksi ketika pihak pemohon. Misalnya pertanyaan tentang indikator pemilu yang demokratis, tentang metode-metode survey pemilu baik quickcount maupun axit poll.

“Jadi begini majelis Hakim, dalam kajian-kajian ke pemilu itu ada IT in Election. Kalau dalam pandangan kami beliau ini memang ahli IT, tapi beliau tidak paham tentang pemilu. Dengan begitu kan makanya (ahli) nggak tahu ketika saya tanya antara QuickCount dengan exit poll,” kata Hasyim Asy’ari salah satu anggota pihak pemohon dari KPU.

“Pertanyaan saya kemuadian kepada ahli kepada pak Jaswar, kalau anda tadi mendasarkan analisa anda berdasarkan Situng. Kemudia di bagian lain ada yang anda ragukan dari situng. Lalu kemudian real count itu anda curigai kebenarannya dalam tanda petik, tapi berdasarkan pada sesuatu yang tidak valid, itu dasar yang mana? Seharusnya kalau anda mengakui situng sebagai dasar (analisa) ini, harusnya hasil akhirnya kan nggak jauh?” kata Hakim Konstitusi Suhartoyo.

Pernyataan dan tanggapan terhadap saksi ahli tersebut menjadi penutup persidangan sengketa pilpres ketiga. Sidang akan dilanjutkan kembali pada pukul 11.00 WIB dengan agenda pengajuan bukti-bukti dari Bawaslu. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...