Dipenghujung Tahun, Belum Ada Solusi Untuk Nasib Tukang Becak Pangkalan

Serang, (17/12/2018) Satubanten.com – Sudah dipenghujung tahun 2018, masih saja belum ada kebijakan pemerintah untuk nasib tukang becak pangkalan di Kota Serang.

Sejak adanya ojek online, pendapatan tukang becak dan ojek konvensional di Kota Serang menurun drastis,para  penarik becak ini mengadukan nasibnya ke Pemkot Serang.

Tukang becak pangkalan hanya bisa pasrah atas nasibnya yang semakin tertinggal jauh dengan persaingan ojek online, selain cepat ojek online juga bisa cepat di akses oleh masyarakat dimanapun berada.

Udin (45) salah satu tukang becak pangkalan Jl. Maulana Hasanudin No.30, Kotabaru, Pasar Lama, Kota Serang, Banten merasa sangat lemah dengan keadaan perekononomian Tukang Becak saat ini.

“Jangan kan buat beli beras, kadang pas buat setoran doang. Padahal sudah setengah hari saya mangkal, Paling banyak juga cuma dapet 5 penumpang dalam 1 hari,” Ujarnya saat ditemui satubanten.com Senin, (17/12).

Ia mengatakan jika penghasilan nya sebagai tukang becak sangat rendah, beda dengan sebelum adanya ojek online perekonomian nya tidak separah saat ini.

“Dulu masih bisa saya bawa uang buat beli beras dan kebutuhan pokok lain nya untuk dirumah, itu diluar uang setoran saya. Kalo sekarang anak-anak sekolah juga kebanyakan naik ojek online, mungkin lebih cepat dan murah,” Jelasnya sambil memasang muka lesu.

Para tukang becak pangkalan menunggu perhatiaan dari pihak pemerintah, namun sampai saat ini di akhir tahun masih belum ada pragram atau solusi untuk para tukang becak pangkalan di Kota Serang, ” kami sebagai rakyat kecil menunggu adanya kebijakan pemerintah untuk memikirkan nasib kami, kami berharap pemerintah memperhatikan nasib kami orang-orang miskin, dan membuat program untuk kami para tukang becak pangkalan, agar bisa hidup kami lebih baik,” Tutupnya. (SBS/Wulandari)

You might also like
Comments
Loading...