Dinas Kesehatan Kota Serang Dinilai Berhasil Mengatasi Masalah Kesehatan

Serang (08/02/2020) SatuBanten.com – Selama tahun 2019 Dinas Kesehatan (Dinkes) berhasil selesaikan capaian-capaian yang ditargetkan seperti penurunan angka kematian anak, bayi serta ibu, kemudian stunting dibawah standar nasional dengan angka 5,4%, selain itu juga gizi buruk dari angka 100 turun hingga 72.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Serang Syafrudin, saat menghadiri acara evaluasi kinerja Dinkes selama tahun 2019.

Selain itu capaian yang berhasil diraih juga terkait akreditasi puskesmas di kota Serang sehingga masyarakat juga dapat menggunakan BPJS. Tercatat sebanyak 16 puskesmas sudah bisa melayani pasien 24 jam bagi ibu yang akan melahirkan.

Walaupun begitu Syafrudin mengakui bahwa masih banyak yang harus diperbaiki antara lain dari sisi pelayanan. Hal ini dikarenakan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada baik di puskesmas maupun rumah sakit.

“Sementara, untuk mengatasi Kekurangan, diharapkan baik tenaga puskesmas maupun rumah sakit ini ketika ada keluhan dari masyarakat, atau masyarakat akan berobat harus diberikan pelayanan dengan baik. Karena Itu yang harus kita tingkatkan, jadi jangan sampai ada keluhan masyarakat yang Demam Berdarah (DBD), membuat pasien harus menunggu berjam-jam atau berhari-hari, tidak dilakukan fooging,” ujarnya.

Ia juga berharap tahun 2020, pelayanan seperti fooging dapat diproses dengan cepat dan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Karena untuk fooging, pihaknya sudah memberikan fasilitas melalui Dinkes untuk disediakan bukan hanya dari pihak puskesmas tapi juga Kelurahan.

“Jadi ya seharusnya akan lebih mudah bagi masyarakat yang ingin fooging, Tapi memang namanya manusia pasti ada kelalayan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muhammad Ikbal mentargetkan tahun 2020 capaian yang belum selesai akan segera terealisasikan. Seperti yang pertama dapat segera diatasi itu seluruh Puskesmas diharapkan dapat segera diakreditasi.

“Karena itu merupakan amalan undang-undang bahwa semua pelayanan dasar itu harus sudah terakreditasi. Tahun ini Alhamdulillah seluruh Puskesmas sudah kita wujudkan untuk akreditasi, karena akreditasi ini adalah standar pelayanan yang harus diberikan dari institusi kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Karena dengan terakreditasi puskesmas atau rumah sakit, maka akan mempermudah masyarakat pengguna BPJS untuk berobat.

“Itu kan juga salah satu syarat untuk pelayanan BPJS, kalau tidak akreditasi maka RS atau klinik itu tidak bisa bekerjasama dengan BPJS,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan Pada tahun 2019, Menteri Kesehatan (Menkes) memberikan penghargaan kepada Walikota Serang yaitu bahwa kota Serang sudah dinyatakan bebas penyakit kaki gajah.

“Menkes sudah nyatakan ini layak untuk diberikan penghargaan dan pak walikota sudah mendapatkan itu walaupun pak wali saat itu tidak bisa datang dan saya yang mewakili beliau. Di Banten ini ada 3 kota yang mendapat penghargaan salah satunya yaitu Serang, Tanggerang Selatan dan kota Tangerang,” jelasnya. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...