Diguncang Gempa Sejak Dinihari, Warga Bayah Was-was

Bayah, satubanten.com – Masyarakat yang berdiam di sekitar Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, merasa resah karena sejak Kamis dinihari (22/10/2020) merasakan guncangan gempa.

Rahman (35) warga Bayah Timur mengatakan bahwa dirinya merasakan bebarapa kali guncangan sejak malam tadi.

“Kerasa banget gempa, rada was-was karena takut ada apa-apa,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Agus (30) salah satu warga Sawarna yang merasakan adanya getaran sejak malam hingga pagi hari.

“Pagi tadi agak kencang goyangannya, takut ada tsunami aja,” ujar Agus.

Sementara itu, BMKG mengatakan gempa yang terjadi termasuk gempa dangkal yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2020).

Gempa ini sebelumnya dilaporkan bermagnitudo 4,5. Setelah melakukan analisis, BMKG mencatat gempa ini berkekuatan M 4,4.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berkekuatan M 4,4,” tulis Daryono.

Episenter gempa pada pukul 06.50 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,4 berada di titik koordinat 6,98 Lintang Selatan dan 106,32 Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 9 km arah tenggara dari Bayah, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Daryono mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan dalam skala intensitas III Modified Mercally Intensity (MMI) dengan guncangan seperti truk lewat di Palabuhanratu, Sukabumi, Bayah, dan Cikembar.

“Beberapa warga sempat berlarian ke luar rumah saking terkejut akibat adanya guncangan yang terjadi secara tiba-tiba. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, dini hari juga terjadi gempa di wilayah Bayah, yakni pukul 00.38 WIB, dengan kekuatan M 3,7 dan pukul 01.09 WIB dengan kekuatan M 2,6. Gempa yang terjadi tidak menimbulkan potensi tsunami. (SPB/SBS)

You might also like
Comments
Loading...