Dies Natalis Untirta ke-38, Dharma Wanita Persatuan Untirta Gelar Seminar Parenting

Serang (10/10/2019) SatuBanten.com- Bertempat di Auditorium Gedung B Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, kumpulan perempuan yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Untirta pada Kamis (10/10/2019) menggelar acara Seminar Parenting dengan tema “Manajemen Konflik dan Pentingnya Pengendalian Emosi vs Emosi Orang Tua”. Seminar tersebut adalah sebagai rangkaian dari Dies Natalis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang ke 38.

Ibu Dra. Hj. Omah Rohmawati sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengharapkan betul dengan diselenggarakannya Seminar Parenting ini dapat menambah pengetahuan dan belajar bagaimana memanajemen konflik dalam lingkungan keluarga.

“Semoga agenda ini semakin membuat kita perhatian terhadap keharmonisan keluarga kita, juga semakin bisa mengendalikan dan memperlakukan anak dan pasangan sebagaimana mestinya”, kata ibu Omah dalam sambutannya. Kemudian beliau menegaskan bahwa meskipun orang tua sibuk dengan karirnya, mesti bisa mengelola keluarga dengan sebaik mungkin.

“Khususnya bagi para orang tua yang sibuk dengan karirnya, ada yang jadi pimpinan dan lain sebagainya harus tetap bisa mengelola keluarga dengan baik. Nanti kita sama-sama belajar di agenda ini”, lanjutnya.

Adapun memang agenda Seminar yang juga termasuk dalam rangkaian Dies Natalis Untirta ini bertujuan untuk mengenalkan cara orang tua mengetahui keinginan anak dan pasangan dengan sudut pandang yang lebih luas lagi. Selain itu, mengetahui bagaimana cara mengelola konflik antar anak dengan orang tua, suami dengan istri dan anak dengan anak.

Pak Muhammad Iqbal, Ph.D yang didapuk sebagai pembicara dalam seminar tersebut menerangkan bahwa dalam memanajemen konflik antara orang tua dengan anak harus meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

“Dalam manajemen konflik orang tua dengan anak, kita harus menerapkan 8 cara. Pertama, tidak saling menyerang. Kedua, bertanggung jawab. Ketiga, mau mendengarkan. Keempat, fokus pada pemecahan masalah bukan emosi negatif. Kelima, orang tua tidak selalu benar dan anak tidak selalu salah begitupun sebaliknya. Keenam, menyelesaikan masalah satu persatu. Ketujuh, tentukan timing yang tepat dan kedelapan, bersedia melihat dari berbagai sudut pandang”, jelas pembicara yang biasa disapa Pak Iqbal.

Acara seminar ini meninggalkan banyak pesan dan ilmu yang positif, terutama bagi para pasangan baru ataupun bagi yang baru ingin melangkah ke jenjang rumah tangga.

“Acara ini sebenarnya bagus banget buat kita orang tua, terutama mungkin bagi yang baru seperti saya. Kita belajar banyak tentang bagaimana mengelola emosi, khususnya emosi anak dengan emosi kita sebagai orang tua. Nah, kita banyak belajar bagaimana sebagai orang tua harus mampu menjadi figur buat anak karena selama ini hanya fisik yang kita munculkan tapi bukan figuritas. Padahal figuritas jauh lebih penting daripada fisik yang dimunculkan”, imbuh Pak Ahmad Khoirudin salah satu peserta seminar. (SBS/033)

You might also like
Comments
Loading...