Diduga Lakukan Kebohongan Publik, JPMI Laporkan Rahayu Saraswati dan Ruhamben Ke Bawaslu

TANGSEL – Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) secara resmi melaporkan dua Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben, ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (27/10).

Keduanya dilaporkan lantaran diduga melakukan tindakan pembohongan publik terkait jenjang pendidikan. Rahayu Saraswati dan Ruhamaben diketahui sebelumnya, mengaku pernah belajar di luar negeri sampai jenjang perguruan tinggi.

Namun, berdasarkan data dalam berkas persyaratan calon, seperti tercantum dalam kolom riwayat hidup yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben tercatat hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).

BACA JUGA : Bawaslu Tangsel Bentuk Pokja Pelanggaran Covid-19 Untuk Pilkada 2020

Presidium Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Andi Maulana mengatakan, kedua calon Wakil Walikota Tangsel tersebut, berdasarkan fakta yang ada, diduga terindikasi telah melakukan pembohongan publik. Oleh karenanya JPMI melaporkan keduanya ke Bawaslu.

“Kami hari ini datang ke Bawaslu melaporkan calon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben. Kami disini melihat, kedua calon ini diduga terindikasi telah melakukan tindakan kebohongan publik, tentu tindakan ini masuk dalam kategori pidana,” kata Andi.

BACA JUGA : Diduga Tidak Netral, Kadindikbud Kota Tangsel Di Laporkan Ke Bawaslu

Data tersebut dibenarkan oleh Komisioner KPU Tangsel, Ahmad Mujahid Zen. Ia mengatakan bahwa benar Calon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben hanya menyerahkan berkas pendaftaran dengan mencatat jenjang pendidikan akhir sampai SMA.

“Enggak nyantumin, itu Ruhamaben dan Rahayu Saraswati cuma nyantuminnya sampai SMA doang.  Kemarin bilangnya, ribet katanya legalisir ijazahnya,” tuturnya.

Laporan JPMI tersebut menurut Andi telah diterima oleh anggota Bawaslu Tangsel, Riyadi Assomady dengan nomor 031/PL/PW/Kota/11.03/X/2020. Dalam laporan tersebut, JPMI juga mencantumkan bukti pelaporan berupa 1 buah print riwayat hidup atas nama Rahayu Saraswati dan Ruhamaben. Namun demikian, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Bawaslu Kota Tangsel. (Ero/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...