Dewan Kesenian Cilegon Apresiasi Pertunjukan Wayang Kulit Kota Cilegon

 

Cilegon, 11 September 2018

Wayang Kulit itu sarat makna. Dari sisi edukasi, tematik yang tak lekang oleh waktu. Wayang juga merupakan salah satu maha karya seni budaya luhur. Musik gamelan dalam wayang menjadi salah satu duta budaya antar galaksi.

Satubanten.com – Pertunjukan seni budaya Wayang Kulit, selain mempunyai nilai sejarah yang panjang juga merupakan hiburan yang tergolong mewah. Oleh karena itu sangat jarang sekali dijumpai sebagai hiburan dalam acara biasa. Apalagi di daerah yang notabene bukan masyarakat dengan kultur jawa, seperti Kota Cilegon.

Setelah sekian lama, pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit kembali digelar di Kota Cilegon. Tepatnya hari Sabtu (8/9) malam, pertunjukan Wayang Kulit memanjakan para penonton di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon. Pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit bersama salah satu anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A tersebut mengusung lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dibawakan oleh Ki Dalang Sambowo dari RRI Jakarta.

Meski secara kultural masyarakat Kota Cilegon lebih dekat kepada tradisi Sunda namun pertunjukan Wayang Kulit rupanya menjadi hiburan paling digemari di kota ini. Hal ini terbukti dari banyaknya penonton yang hadir dalam pagelaran tersebut. Salah satu yang turut mengapresiasi pertunjukan Wayang Kulit tersebut adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Cilegon (DKC), Ahdi Zukhruf Amri. Dalam pertunjukan tersebut ia hadir bersama kawan – kawannya sesama seniman.

“Aku nengok kanan kiri, nggak ada yang kenal kecuali temen – temen seniman yang dateng bareng. Kita datang bersepuluh tadi kesini,” ungkapnya saat dihubungi selepas menonton Wayang Tersebut.

Menurut pengalaman Ahdi, pertunjukan yang dihadirinya tersebut merupakan pertunjukan Wayang Kulit yang pertama kali diselenggarakan di Kota Cilegon. Oleh karena itu ia mengpresiasi betul terhadap nilai – nilai yang terkandung dalam pertunjukan wayang kulit tersebut. Tema yang dibawakan juga cenderung fleksibel dan tak lekang oleh waktu.

Salah Satu Scene Dalam Film Fiksi Ilmiah Star Trek : Discovery

“Wayang, bagiku sarat makna yang terkandung. Dari sisi edukasi, tematik yang tak lekang oleh waktu. Wayang juga merupakan salah satu maha karya seni budaya luhur, dan hiburan rakyat yang mengajarkan kehidupan,” sambungnya.

Kiprah Wayang Kulit sebagai media hiburan maupun sebagai media penyampai suatu pesan memang sudah terbukti di masa lalu. Wayang Kulit pernah menjadi media perbaikan akhlak dan media penyebaran Islam di tanah Jawa. Wayang Kulit juga pernah menjadi duta budaya, bukan hanya di tataran Internasional tapi juga antar galaksi. Hal ini digambarkan dalam salah satu scene film fiksi ilmiah Star Trek : Discovery. Di dunia nyata, musik gamelan sebagai salah satu unsur pentas pewayangan, menjadi salah satu intrumen yang diikutkan dalam misi Voyager.

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang Wayang Kulit atau ulasan lain tentang Dewan Kesenian Cilegon (DKC).

You might also like
Comments
Loading...