Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Datsun Tak Lagi Dijual, Kemanakah Konsumen Melakukan Servis

Serang, (11/12/2019) Satu Banten – Datsun yang hadir sebagai merek lama yang kembali hidup dan diproyeksikan sebagai mobil bagi negara berkembang, tak membuat mobil pabrikan asal Jepang ini meraih kesuksesan baik di Indonesia. Terlebih kondisi Nissan Motor Corporation yang tengah dilanda masalah keuangan, membuat Datsun akan kembali di masukkan kedalam ‘museum’ dan tak diproduksi lagi.

Kondisi yang tidak menguntungkan juga sangat dirasakan Datsun yang tergerus dengan model LCGC lain yang masih cukup mendominasi penjualan di tanah air. Berdasarkan data Gaikindo sejak September model terbarunya Datsun Cross tidak mencatatkan penjualan sama sekali alias zerro.

Kondisi tersebut juga dialami sepanjang penjualan Oktober dimana tak ada satu unit pun Datsun Cross yang terjual. Meski pada Juni secara wholesales mencatatkan angka distribusi mencapai 535 unit saja. Kondisi tersebut terus turun di Juli 2019 yang mencapai 194 unit dan Agustus yang hanya menjual 223 unit.

Pasar otomotif Serang tentunya mengikuti tren di pasar otomotif Indonesia secara umum. Saat ini Datsun diperkirakan akan mengikuti langkah keputusan prinsipil Jepang yakni menghentikan produksinya. Penghentian produksi yang saat ini dilakukan di pabrik Nissan Motor Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat akan dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi Nissan all new Livina yang tak lain produk kolaborasi dengan Mitsubishi sebagai perusahaan gabungannya.

Kondisi penjualan yang sangat berat, tentu membuat kondisi Nissan yang tengah mengalami kesulitan kondisi keuangan, memposisikan Datsun sebagai beban bagi langkah bisnis Nissan Motor Corporation di masa mendatang. Karenanya, keputusan untuk menghentikan Datsun di pasar negara berkembang, akan menjadi keputusan final sebagai langkah menyelamatkan bisnis Nissan di masa mendatang.

Datsun sendiri merupakan merek yang sebelumnya telah disuntik mati oleh produsen Nissan pada era 80-an. Namun belakangan Carlos Ghosn menghidupkan kembali merek ini sebagai produk yang khusus memenuhi pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Irfan Dadi pengamat ekonomi dari Tanara Institute mengatakan bahwa saat ini persaingan pasar otomotif sangat ketat dikarenakan kondisi ekonomi global yang masih tertekan termasuk di Banten. “Mau tidak mau, Datsun harus kembali dikorbankan oleh Nissan Motor karena tidak bisa mendongkrak pemasukan bagi induk perusahaan tersebut,” ujar Irfan.

Head of Communication NMI Hana Maharani sebelumnya memastikan pihaknya hanya akan menjual unit Datsun yang tersedia di sejumlah dealer di Indonesia mulai tahun depan. Selain itu NMI juga memenuhi layanan purnajual, garansi, hingga suku cadang hingga 10 tahun mendatang.

“Layanan purna jual, service warranty tidak berubah di bengkel resmi kami akan tetap ada. Konsumen tak perlu khawatir karena Bnegkel Nissan masih tetap melayani konsumen Datsun. Saat ini dealer kami masih menjual sisa stok,” ucap Hana. (Heri/SBS)

You might also like
Comments
Loading...