Dari Rekonstruksi Terungkap Sadisnya Tiga Remaja Habisi Nyawa Supir Online

Pasar Kemis, Satu Banten – Kepolisian menggelar rekonstruksi pembunuhan sopir taksi daring (online) Jap Son Tauw (68), yang jasadnya ditemukan mengambang di Kali Cadas Kukuk, Kampung Pangodokan Cemara, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, digelar, Jumat (16/11/2018)

Dari rekonstruksi ini terungkap, awalnya ketiga pelaku yakni yakni FF (17), REH (22), dan RLP (18), berkumpul dan sepakat untuk melakukan perampokan dan pembunuhan. Pelaku FF bersama REH pun membuat akun Grab untuk memesan taksi online. Ketiganya juga secara bersamaan menyiapkan tali tambang dan pisau.

Terungkap dalam adegan ketiga, pelaku langsung menjerat leher korban di dalam mobil. Saat korban berusaha berontak, pelaku yang duduk di belakang langsung memegang dan menusuk leher korban dengan pisau.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Iptu Ferdo Alfianto menjelaskan, dari 18 adegan terlihat perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh para pelaku. Dalam rekontruksi tersebut, terungkap alur cerita bagaimana ketiga pelaku secara sadis menghabisi korban sampai akhirnya membuang korban di sungai.

“Setelah rekonstruksi kami akan menyerahkan berkas ke kejaksaan untuk proses sidang,” ujar Ferdo, Jum’at (16/11/2018).

Lebih lanjut Ferdo menjelaskan bahwa dari rekontruksi tersebut, terlihat peran ketiganya dalam pembunuhan ini. Mulai merencanakan pembunuhan serta hendak membuang jenazah korban di sungai.

“Seluruhnya direncanakan ketiganya, mereka juga yang melakukan eksekusi kepada korban. Jadi ketiganya merupakan eksekutor,” jelasnya.

Ditambahkannya, karena satu pelaku masih di bawah umur, proses pananganan kasus di bawah umur membutuhkan waktu lebih pendek. Sesuai aturan, penahanan pertama untuk kasus orang dewasa 20 hari, sedangkan anak atau dibawah umur hanya 10 hari.

Diketahui, jasad korban ditemukan warga, Rabu (7/11/2018) mengambang di Kali Cadas Kukun dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali tambang yang diberi pemberat batu yang terbungkus sebuah karung.

Korban yang diduga tewas karena dibunuh itu kemudian diketahui seorang sopir taksi daring yang beralamat di warga Cluster Semara Village, Gading Serpong. Tak berselang lama, polisi kemudian membekuk satu persatu dari ketiga pelaku. (SER/SBS)

You might also like
Comments
Loading...