Dari Kaki Gunung Pulosari, Cendikiawan Kampung Cerdaskan Anak Negeri

PANDEGLANG, Satubanten.com – Berawal dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Indung di Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Atih Ardiansyah tergerak hatinya untuk memulai gerakan sosial pendidikan di Kabupaten Pandeglang.

Sekitar bulan Maret 2019, Atih dan pengurus TBM mendengar kabar bahwa ada salah seorang pembaca di TBM Indung putus kuliah. Penyebabnya klasik, ekonomi, padahal anak ini dapat beasiswa.

“Kami datang takziyah ke rumah anak tersebut untuk membujuk agar melanjutkan kuliah. Mungkin anak ini memang masih shock karena adiknya kecelakaan, akhirnya kami gagal membujuk anak tersebut untuk lanjut kuliah,” ujarnya, saat bertemu Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kamis (2/7) di Pendopo Pandeglang.

BACA JUGA : Serahkan 93 Sertifikat, Irna Minta Kepala Sekolah Di Pandeglang Responsif

Atih kemudian mencari dukungan dari semua pihak agar bisa memberikan dorongan bagi para siswa yang ingin melanjutkan kuliah. Hingga akhirnya pada Maret 2020 Ia putuskan untuk mendirikan Gerakan Sosial Cendikiawan Kampung (CK).

“Walaupun kami tidak berhasil membujuk pembaca di TBM untuk lanjut kuliah, namun kami berhasil menghimpun kepedulian banyak pihak, Akhirnya, 18 Maret 2020 kami tetapkan sebagai tanggal berdiri CK,” imbuhnya.

Hingga kini menurut Atih, kandidat yang akan menjadi genius kampung (penerima beasiswa) ada sebanyak 27 anak yakni 1 dari Kabupaten Serang, 1 dari Kabupaten Buru, Prov Maluku, 25 dari Kabupaten Pandeglang.

“Seluruh siswa ini akan mendapat fasilitas beasiswa kuliah dari mitra Cendekiawan Kampung (donasi),” jelas Atih.

BACA JUGA : Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Di Pandeglang Kosong

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan bahwa masalah pendidikan di Kabupaten Pandeglang masih mengalami diparitas. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada kerjasama antara CK dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam hal penyaluran beasiswa.

“Sejujurnya memang kita masih ada disparitas dengan banten utara, untuk itu kita berharap kedepan akan ada beasiswa bagi para dokter misalnya atau bidang lainnya sehingga banyak tenaga ahli dari kita,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...