Dampak Pandemi Covid-19 pada UMKM

Oleh :

Siti Nur Muafiroh

Mahasiswi Prodi D3 Akuntansi Universitas Pamulang

Opini – Bukan rahasia lagi, pandemi yang disebabkan oleh Covid-19 merubah hampir semua pola hidup masyarakat. Sejak awal kemunculanya di tanggal 31 Desember 2019, sudah satu tahun wabah ini melanda dunia. Di Indonesia sendiri tercatat awal kemunculannya di tanggal 2 Maret 2020.

Dampak Covid-19 dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, karyawan, pekerja seni bahkan pelaku usaha. Yang akan kita sedikit bahas adalah dampak Covid-19 pada pelaku usaha, khusunya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Bagi pelaku UMKM, pandemi ini sangat berdampak pada kelangsungan usahanya. Ada dampak buruk dan ada juga dampak baiknya. Misalnya diawal pandemi, fenomena impulsive buying atau membeli barang tidak terkontrol. Bagi pelaku UMKM manufaktur yang bergerak dibidang kuliner akan merasakan dampaknya, mereka akan kesulitan mencari dan mendapatkan bahan baku.

Selain itu, untuk menjualnya juga merasakan kesulitan, terlebih yang belum menggunkan sistem online. Karena mereka sangat mengandalkan pengunjung datang ketoko, kedai ataupun kafe. Sedangkan dengan adanya pandemi masyarakat dituntut untuk meminimalisir kegiatan diluar rumah. Dan kewajiban menjaga jarak menyebabkan dalam satu ruangan hanya 50% ruangan terisi.

Modal dan Kas perusahaan juga dapat terkena dampaknya, terlebih jika perusahaan belum bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik. Contohnya, belum memiliki laporan keuangan.

Untuk dampak baiknya, pelaku usaha dituntut melek teknologi dan internet. Mau tidak mau, mereka harus melakukan itu untuk mempertahankan usahanya sehingga masih bisa beroperasi dan menghasilkan. Karena dengan pengetahuan tentang internet dan teknologi, pelaku usaha bisa menggunakan itu untuk promosi penjualan. Dimudahkan juga dengan berbagai aplikasi penjualan online seperti Gojek dan Grab. Media sosial, seperti Facebook dan Instagram serta berbagai jenis iklan online lainnya.

Selain itu, dampak baiknya perusahaan bisa lebih mencari dan menemukan inovasi serta stategi baru untuk kemajuan usahanya, mereka akan saling berlomba untuk mendapatkan pehatian calon konsumen.

Maka dari kejadian ini, sebuah manajemen keuangan sangat penting. Dimana didalamnya ada perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan.

Tujuan penting sebuah manajemen keuangan adalah untuk menjaga arus kas, memaksimalkan keuangan perusahaan, memaksimalkan keuntungan, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan kekayaannya perusahaan, mengurangi resiko operasional, memastikan kelangsungan kehidupan perusahaan, serta mengurangi biaya modal.

Diharapkan dengan adanya manajemen keuangan dapat membantu untuk memulihkan kegiatan perusahaan yang selama ini sudah pontang – panting mempertahankan perusahaan untuk bertahan dan tetap beroperasional.

Perencanaan yang baik bisa meminimalisir kesalahan dan dampak buruk, dimana kita langsung ditujukan kepada tujuan, perencanaan juga memberikan arah dan kejelasan dalam tujuan, sehingga semua komponen ataupun elemen-elemen dalam organisasi mengetahui dengan baik tujuan yang ingin dicapai. (***)

You might also like
Comments
Loading...