Dampak Buruk Junk Food untuk Kesehatan Tubuh

Serang (17/06/2019) SatuBanten. News – Junk Food juga dikenal sebagai makanan instan atau cepat saji. Makanan jenis ini memang sudah berkembang dengan pesat dan semakin banyak diminati hingga terjadi persaingan yang ketat oleh Perusahaan makanan di wilayah Indonesia. menurut sebagian orang, jenis makanan cepat saji ini memang lebih efektif dari sisi waktunya. Selain itu, Junk Food juga sangat mudah ditemukan. Bahkan, jenis makanan ini kerap memiliki cita rasa yang lebih lezat dan harganya pun terjangkau.

Dr. Joshua Thaler, pakar sekaligus peneliti dari Diabetes dan Obesity Centre of Excellence di Universitas Washington di Seattle menyatakan, para ahli juga mendeteksi adanya suatu respons pemulihan cedera otak yang di sebut dengan Gliosis. “Gliosis dipertimbangkan sama dengan pemulihan luka pada otak dan secara khusus tampak pada kondisi cedera saraf, seperti stroke dan multiple sclerosis. Kami berspekulasi bahwa gliosis yang kami lihat mungkin sebagai respons proteksi yang gagal.

Kami juga menemukan mendeteksi adanya kerusakan dan kehilangan yang nyata dari sel-sel saraf yang penting dalam mengendalikan berat badan” papar thaler yang mempresentasikan risetnya dalam pertemuan tahunan The Endocrine Society’s ke-93 di Boston.

Di Negara Indonesia, sudah cukup lama makanan jenis ini mengundang berbagai perdebatan. Hal itu lantaran adanya indikasi dampak buruk yang dimiliki oleh makanan ini. Dampak buruk yang ditimbulkan oleh makanan jenis Junk Food dipicu oleh adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan instan ini. Misalnya, lilin yang terdapat pada Mie instan dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, makanan cepat saji seringkali memiliki kandungan bahan pengawet serta berbagai jenis penyedap seperti micin.

Adanya kata micin, akhir-akhir ini seringkali dipakai oleh anak-anak remaja bahkan dewasa jika mengalami kejadian yang dianggap kurang normal. Adapun yang dimaksud dengan kejadian kurang normal disini adalah telat berfikirnya seseorang, atau tak kunjung menjawab apabila diajak untuk berbicara atau lainnya. Harus diakui bahwa makanan cepat saji atau Junk Food termasuk jenis makanan berbahaya jika dikonsumsi oleh tubuh sebagaimana yang diungkap diatas tadi.

Terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa terlalu sering mengkonsumsi jenis makanan cepat saji tidak menimbulkan dampak yang langsung ditubuh manusia. akan tetapi, makanan cepat saji yang dimakan akan tertimbun dalam tubuh manusia dan bisa menyebabkan munculnya penyakit tertentu dikemudian hari. Misalnya, penyakit kanker yang merupakan jenis penyakit berbahaya yang kerap kali menyerang manusia.

Tidak hanya itu, beberapa penyakit mematikan lainnya seperti Stroke, Batu Ginjal, dan Usus buntu juga menjadi dampak tersendiri bagi orang yang berlebihan mengkonsumsi makanan cepat saji atau Junk Food, Sebaiknya mulailah untuk menguranginya sejak saat ini. Sebagai manusia yang membutuhkan kesehatan yang maksimal, sebaiknya mulailah untuk menyayangi diri sendiri dengan selalu mengkonsumsi makanan sehat.

Penting untuk dijadikan pengetahuan bahwa makanan instan dan cepat saji memiliki berbagai kandungan Zat yang berbahaya, salah satunya adalah lilin yang sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh. Lilin tersebut kemudian bisa menyebabkan prinsip pencernaan tubuh menjadin hancur. Dengan demikian, kandungan lilin tersebut baru bisa dicerna setidaknya dua hari sesudah mengkonsumsi jenis makanan cepat saji. (RR/SBS31)

Biodata Penulis :
Nama : Samsul Ma’arief
NIK : 3604112206000002
TTL : Serang 22 Juni 2000
Alamat : Kp. Undar Andir Ds. Undar Andir Rt 001/001 Kec. Kragilan Kab. Serang Prov. Banten
Nomor Telp : 087872701306
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten
https://www.bing.com/images/search?q=junk+food&FORM=HDRSC2

You might also like
Comments
Loading...