Cuaca Tidak Menentu, Nelayan Karangantu Libur Melaut

Serang, (04/01/2018) Satubanten.com – Pasca tsunami yang terjadi di sepanjang pantai Selat Sunda juga berdampak terhadap nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Kota Serang.

Sebagian nelayan khawatir akan terjadinya tsunami susulan yang berimbas pada laut di sekitar wilayah Karangantu. Disamping itu Badan Meteorologi Klimatologi Geofisiki (BMKG) juga memberikan imbauan kepada nelayan Karangantu untuk tidak melaut selama beberapa hari pasca tsunami Selat Sunda.

Dikatakan Hafid (37) seorang nelayan di Karangantu Kota Serang, merasa khawatir akan gelombang besar yang hingga saat masih terjadi di Teluk Banten.

“Sampai hari ini, para nelayan belum ada yang turun ke laut. Karena memang selain ombak besar, ikan pun tidak ada di musim begini,” ujarnya, (04/01/2018).

Menurutnya, bila malam bulan purnama ikan dan cumi-cumi sulit didapatkan, karena arus air laut yang deras. Ditambah dengan adanya isu tsunami susulan yang akan terjadi di Teluk Banten.

Meski demikian, mengingat kebutuhan sehari-sehari, sebagian nelayan memutuskan untuk melaut beberapa hari kedepan.

Sementara Zaenal (31), nelayan lainnya mengatakan, meski ombak masih cukup tinggi dia dan rekannya akan tetap melaut untuk mencukupi kebutuhannya.

“Mau gimana lagi, kalo gak melaut ya dapur gak ngebul. Stok ikan di kapal juga sudah habis, jadi mau gak mau ya kami melaut,” katanya.

Ia mengaku sudah lebih dari satu minggu tidak melaut. Selain karena bulan purnama, adanya imbauan dari pihak BMKG menjadi alasan mereka untuk tidak turun ke laut mencari ikan.

“Biasanya kalo cuma bulan purnama, dua hari juga nelayan udah pada turun melaut. Tapi karena ada imbauan dan tidak diperbolehkan, ya jadi lama gini tidak melaut,” ujarnya. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...