Corona; Catatan Seorang Mahasiwa Pamulang

Oleh :

Abad Dita Lail

Mahasiswi Prodi D3 Akuntansi Universitas Pamulang

Opini Mahasiswa – Dalam era saat ini semua tentang kerusakan alam termasuk tentang virus yang mematikan sungguh diluar dugaan. Warga dunia menyebut virus tersebut dengan sebutan Corona atau lebih dikenal dengan Covid-19 dimana selama 14 hari, warga yang terkonfirmasi positif dan seluruh manusia yang bersinggungan dengannya harus dirumah ajah tidak boleh mengerjkan aktifitas di luar rumah mungkin hanya yang berkepentingan saja mereka melakukan pekerjaan diluar rumah bahkan sekolah, kampus diliburkan termasuk para pekerja buruh pabrik ada beberapa yang di liburkan.

Ternyata bila semua berkelanjutan lebih dari 14 hari virus ini terus menyebar dan mematikan terus diberitakan di setiap media semua medsos seolah tau tentang virus mematikan tersebut semua waspada akan virus tersebut dimana pemerintah menyatakan bahwa tidak boleh ada perkumpulan termasuk sholat jumat berjamaah pun di beberapa daerah sudah di tutup.

Namun sampai sekarang saya selaku pebulis belum yakin bahwa virus tersebut ada atau tidak. Secara pribadi, saya sendiri tidak tahu jelas bagai mana bentuk dan ciri orang yang terkena virus corona. Sebagian mereka mengatakan bahwa gejala virus corona seperti penyakit demam pada umummnya disertai batuk dan panas tinggi, tapi ada sebagain mereka bilang seperti kena setip yang sangat panas tinggi suhu badannya.

Namun saya masih menerka-nerka seperti apa sebenarnya virus mematikan tersebut. Namun demikian, semua antisipasi dengan keadaan virus tersebut sejak dini diharuskan memakai masker bila berpergian, mencuci tangan apabila melakukan aktifitas diluar rumah.

Secara medis, virus ini harus diwaspadai bila bersentuhan dengan beberapa orang virus ini terdengar memang sangat mengerikan semua dibuat takut semua aktifitas dibatasi, mulai hajatan dan pernikahan bahkan kegiatan pasar dibatasi tutupnya harus jam 11 siang.

Begitu anarkisnya negeriku dan bumiku diera tahun 2020 yang sangat menyedihkan adalah mereka yang lulus sekolah tidak tahu nasibnya seperti apa dan bahkan yang SMA tidak jadi melakukan study tour sungguh menyedihkan mereka harus merayakan kelulusan bertentangan dengan guru serta polisi dimana hari itu adalah hari yang mereka tunggu dan dilakukan sekali sehumur hidup.

Sampailah dimana Ramadhan menyambut kami bagi umat Islam yaitu ramadan adalah hari yang sangat ditunggu dimana kita banyak melakukan aktifitas bersama-sama seperti sholat tarawih, ‘ngabeburit’ di alun-alun kota kami masing-masing, jogging di subuh hari menanti, bukber dengan teman-teman lama dimana semuanya hanya ada dibulan Ramadan.

Di era ini tahun 2020 tidak tahu pasti akankah kita merayakan Ramadan ini seperti tahun tahun lalu, seindah tahun tahun lalu karena virus tersebut masih saja berkelanjutan sampai ramadan tiba waktunya.

Semoga covid ini cepat berlalu sampai pada akirnya saya sebagai umat Islam bergumam dalam hati, Allah benar-benar marah tapi mengapa mereka malah takut dengan virus bukan kepada-Nya padahal Allah yang menurunkan semua penyakit dimuka bumi ini (menurut keyakinannku sebagai umat Islam) kadang aku berfikir manusia ini bagaimana lebih takut dengan virus dari pada kepada-Nya.

Semoga saja Allah tidak tambah marah, harusnya kita lebih banyak berlindung kepada-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya dan bukan malah menutup akses ibadah kepadanya. Sungguh malang negeriku, bumiku dan sangatlah aku berdosa ketika aku benar-benar takut kepada virus corona ini, tapi melalaikan ibadah dan doaku kepadamu zat segala-Nya.

You might also like
Comments
Loading...