Cara Jitu Merawat Mobil Bermesin Diesel

Serang (8/4/2019) Satubanten.com – Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) memmbuat masyarkat bayk yang memilih mobilyang bermesin diesel. Mesin diesel dikenal dengan keiritan dan kebandelannya. Apalagi sekarang banyak mobil diesel yang dilengkapi teknologi seperti commmonrail dan turbocharger.

Terlepas dari keunggulannya itu, mobil diesel juga tetap harus dirawat dengan baik. Bagaimana perawatannya? dilansir otosia, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Bahan Bakar
Solar jadi bahan bakar mobil bermesin Diesel. Hanya saja, untuk pemilihan jenisnya, wajib menggunakan solar berkualitas.

Jika menggunakan solar berkualitas, maka hal itu dapat menunjang kinerja mesin terutama yang telah dilengkapi mesin turbodiesel. Selain itu, performa optimal mesin diesel akan diperoleh dengan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan sulfur rendah.

Sebaliknya, jika mesin turbodiesel mengonsumsi bahan bakar kualitas rendah (kandungan sulfur tinggi), maka filter solar akan bermasalah yaitu mampet, dan merambat terganggunya fungsi injektor.

Karena itu, filter solar mesin diesel modern harus sangat rapat. Tujuannya agar tidak ada kotoran yang bisa menghambat lubang injektor mesin turbodiesel.

2. Pelumas
Beban kerja mesin diesel lebih ekstrem, penyebabnya adalah rasio kompresi yang tinggi. Jika ditambah dengan kehadiran turbocharger, maka menghasilkan suhu dan tekanan yang lebih tinggi pula. Alhasil pelumas mesin diesel masa kini memiliki tingkat kekentalan (viskositas) yang lebih rendah

Untuk memilih pelumas mesin diesel yang encer maka pilihannya adalah SAE 10W-30, SAE 5W-40 atau 5W-30.

3. Filter
Laiknya kendaraan pada umumnya, mobil Diesel perlu mengganti oli, dan komponen saringan secara rutin sebagaimana yang ditetapkan pabrikan. Namun, satu komponen yang perlu diperhatikan lebih adalah filter solar.

Mesin Diesel berbahan bakar solar yang punya kandungan air. Dalam hal ini, tiap mobil Diesel pasti di filternya punya pemisah antara air dan solar. Takaran air tidak boleh terlalu banyak. Jika sudah melebihi takaran, akan ada indikator menyala.

Meski tidak ada waktu penggantian secara periodik, baiknya filter solar juga diganti berbarengan dengan ganti oli, yaitu tiap 10 ribu km.

Beberapa komponen lain yang patut diperhatikan adalah filter udara, yang harus diganti setelah semakin banyak kotoran menempel, oli mesin, dan tune up. Persis sama dengan mobil bermesin bensin lain, bahkan sama juga dengan sepeda motor. (SBS02/otosia)

You might also like
Comments
Loading...