Buruh Banten Kecewa Sikapi Kenaikan UMK

Serang, satubanten.com – Keputusan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang menetapkan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2021 sebesar 1,5 persen menuai tanggapan dari kalangan buruh.

Kenaikan UMK tersebut membuat sejumlah elemen buruh di Banten kecewa. Beberapa buruh yang ditemui SatuBanten mengakui bahwa kenaikan yang hanya 1,5% dianggap tidak berpihak pada kalangan pekerja tersebut.

Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Lebak menilai kenaikan 1,5 persen masih jauh dari kebutuhan hidup layak (KLH) yang saat ini melambung.

“Kami kecewa karena kami mengusulkan 8,1 persen, tapi setengahnya saja ini tidak,” kata Ketua SPN Lebak, Sidik Uen, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Sidik, dibandingkan dengan daerah lain, KHL di Lebak tinggi yang tentunya tidak sesuai dengan kenaikan UMK Lebak tahun 2021 yang hanya 1,5 persen atau menjadi Rp2.751.313.

“Kami kecewa, pemerintah daerah justru tidak berpihak kepada rakyat kecil malah berpihak ke pengusaha. Apindo dan pemerintah daerah ya sama saja. Lebak ini salah satu daerah yang memiliki UMK terkecil,” ujar Sidik.

Sementara itu, beberapa buruh di daerah Cikande mengungkapkan bahwa UMK kali ini tidak berpihak pada kalangan buruh.

“Parah banget naiknya, padahal kenaikan harga barang dan kebutuhan hidup sudah melompat,” ujar Yuni salah satu buruh di Kawasan Cikande. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...