Bupati Lebak Rapatkan Kesiapan Kunjungan GLP 2018

Lebak, (05/09/2018) Satubanten.com – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memimpin rapat persiapan kunjungan GLF 2018 di Aula Multatuli Sekretariat Daerah, Rabu (05/09).

Akan ada sebanyak 21 dari 77 negara yang mewakili organisasi pembangunan internasional, badan-badan PBB, lembaga pemerintah, akademisi hingga organisasi masyarakat sipil dari berbagai manca negara akan mengunjungi Kasepuhan Karang desa jagaraksa kecamatan muncang Kabupaten Lebak pada tanggal 21 – 23 September 2018.

kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka diskusi reforma agraria dan global land forum (GLF) 2018 yang akan diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung pada 22 – 27 September 2018.

Forum pertemuan ini merupakan putaran ke-8 setelah sebelumnya diselenggarakan di Roma, Italia (2003), Santa Cruz, Bolivia (2005), Entebbe, Uganda (2007), Kathmandu, Nepal (2009), Tirana, Albania (2011), Antigua, Guatemala (2013), dan terkahir di Dakkar, Senegal (2015).

Selain Kasepuhan Karang, peserta GLF juga akan mengunjungi beberapa tempat diantaranya Tanjung Karang Jawa Barat, Pulau Pari Kepulauan Seribu dan Maros Sulawesi Selatan.

Segala bentuk persiapan telah diupayakan pemerintah kabupaten lebak sebagai daerah yang akan dikunjungi oleh peserta GLF 2018 dari berbagai manca negara itu.

Bupati Lebak Iti Octavia menagatakan jika dukungan infrastrukur menuju lokasi akan segera dilakukan perbaikan dan pemeliharaan, serta pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung tersedia sarana dan prasarana medis sekaligus tenaga medis dan paramedis.

” Mengingat perbedaan iklim cuaca dan konsumsi makanan yang berbeda dari negara asalnya masing-masing,” ujarnya.

Selain kesiapan infrastuktur dan kesehatan, Bupati Lebak juga mengintruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk terlibat langsung dalam menyambut tamu negara sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Selain infrastuktur dan kesehatan, Sarana air bersih, keamanan, jaringan listrik, peta lokasi wisata, produk UKM, pertanian dan Ketahanan Pangan, kesenian budaya dan lainnya juga sedang dipersiapkan guna memberikan kesan baik kepada para tamu negara.” tutup Iti Octavia. (Sbs/UL)

You might also like
Comments
Loading...