Buntut Sengketa Lahan SMPN 1 Mancak, Para Siswa Terlantar Tak Bisa Masuk Sekolah

Mancak (10/12/2018), SatuBanten News – Ahli waris yang mengaku memiliki lahan yang saat ini digunakan oleh SMPN 1 Mancak menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menunggak pembayaran sewa tanah.

Akibatnya, para siswa dan siswi sekolah harus terlantar dan proses belajar mengajar terhenti karena pagar sekolah disegel oleh ahli waris.

“Kepala dinas pendidikan (kadindik) kemarin ngomongnya mempersilahkan kalau mau digembok, gembok saja, konsekuensi hukum ada di sampean,” ujar Aris Rusman, ahli waris, menirukan ucapan Kepala Dindik Kabupaten Serang, saat ditemui usai menggembok sekolah di SMPN 1 Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Senin (10/12/2018).

Aris mengaku sudah tiga kali menyegel sekolah di atas tanah seluas 6.286 meter itu, yang diakui miliknya, yakni pada 16 Desember 2016, 09 April 2018, dan 10 Desember 2018 (hari ini). Dia mengaku di tahun 1984, tanah tersebut dipakai oleh Pemkab Serang, dengan perjanjian pinjam pakai.

Kini ahli waris meminta keseriusan pemerintah untuk membayar uang sewa sebesar Rp40 juta setiap bulannya. Menurutnya, dinas Pendidikan Kabupaten Serang sudah tiga bulan menunggak biaya sewa lahannya. Aris mengaku memiliki bukti berupa girik nomor C561 dan 78 beserta keterangan waris.

“Mereka (Pemkab Serang), tidak punya bukti apa-apa atas tanah ini, jadi kita tagihkan ke mereka. Kalau mereka masih mau pakai, maka bayar tagihannya,” terangnya.

Sementara itu, pihak Dindik Kabupaten Serang, mengaku tanggungan pemerintah hanya tanah yang ada di bagian belakang gedung SMPN 1 Mancak. Selebihnya, telah dimenangkan oleh pengadilan dan sudah dimiliki oleh Pemkab Serang.

“Dulu pernah digugat juga, sudah inkrah, punya aset Pemda (Pemkab Serang). Cuma memang ada beberapa meter yang belum selesai. Kalau yang di atas, memang kita lemah, katanya ada sekitar seribu meteran. Harusnya itu aja yang dipermasalahkan,” kata Yana Suryana, Kepala Seksi Sarana Dindikbud Kabupaten Serang, Banten, Senin (10/12/2018).

Dilain pihak, Samrawi (45) salah satu orang tua siswa mengatakan bahwa para orang tua dari siswa/i SMPN Mancak merasa resah dengah kasus yang terus berlarut-larut. “Kasihan anak-anak kami kalau sengketa ini tidak ada penyelesaian,” ungkap Samrawi kepada Satu Banten News. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...