BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Opang Cilegon

Cilegon, (18/01/2019) Satubanten.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyerahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada 408 tukang ojek pangkalan (opang) yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Pangkalan Cilegon (POPC) di Aula DPRD Kota Cilegon, Kamis (17/01/2019).

Penyerahan kartu tersebut merupakan program dari BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan kepada pekerja bukan penerima upah atau pekerja informal.

“Program ini kami berikan kepada pekerja bukan penerima upah atau biasa diistilahkan dengan pekerja informal,” ujar Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Mualif.

Menurutnya, para pekerja informal juga membutuhkan perlindungan jaminan sosial untuk melindungi dirinya sendiri dari kecelakaan kerja dan hal lainnya yang berkaitan dengan keselamatan jiwa.

“Pekerja informal ini juga perlu perlindungan. Maka, dalam hal ini kami BPJS Ketenagakerjaan mengajak bapak-bapak sekalian sebagai pekerja informal untuk melindungi dirinya sendiri dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Ia mengatakan, perlindungan jaminan kecelakaan kerja tersebut melindungi peserta secara meyeluruh. Mulai dari perawatan, pengobatan, sampai pemulihan dan santunan, bahkan ada uang pengganti gaji yang disebut santunan tidak mampu bekerja.

“Perlindungan jaminan kecelakaan kerja ini melindungi peserta jika terjadi suatu kecelakaan kerja. Nggak perlu lagi bingung biayanya darimana, karena semua sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kalau terjadi kecelakaan tinggal masuk ke rumah sakit pemerintah, dan dapat ruang perawatan kelas satu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah Kota Cilegon turut mendukung pekerja informal, terutama opang agar menjadi pekerja yang mandiri. “Kami berharap pemkot Cilegon mendukung temen-temen ojek pangkalan ini menjadi pekerja Mandiri yang sejahtera,” katanya.

Harapan tersebut ditanggapi langsung oleh Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, dia mengatakan, kalau pemerintah daerah akan memberikan perhatian kepada pelaku usaha, termasuk tukang ojek.

“Apapun yang terkait untuk memajukan dan mensejahterakan warga Cilegon, pemda pasti mendukung, apalagi POPC yang merupakan rintisan Wali Kota Cilegon terdahulu,” katanya.

Sementara Ketua POPC Huri Masghuri merasa terharu dan senang, atas kerjasama antara Pemkot Cilegon dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan yang mendukung opang dalam memberikan perlindungan.

“Ini tentu saja sangat mengharukan bagi kami keluarga besar POPC atas bantuan dan dukungan dari pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mendukung kami dengan memberikan perlindungan kecelakaan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan mengojek ini sangat beresiko, karena menyangkut keselamatan jiwa. “Kami ini kan kerjanya di jalanan, yang namanya kecelakaan itu bisa saja terjadi. Yang menjadi kendala itu kan kalau terjadi kecelakaan, dan kami tidak memiliki biaya. Jadi dengan adanya ini sangat membantu sekali,” katanya. (SBS/Q-029)

You might also like
Comments
Loading...